PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menegaskan komitmennya dalam mempercepat elektrifikasi transportasi komersial. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun ekosistem mobilitas rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Direktur VKTR, Erika M. Hamizar, menjelaskan, kendaraan komersial memiliki posisi krusial dalam menekan penggunaan bahan bakar fosil secara signifikan. "Kendaraan komersial memiliki tingkat utilisasi yang sangat tinggi. Elektrifikasi pada satu bus atau truk dapat menggantikan konsumsi BBM dalam jumlah yang besar setiap tahunnya, sehingga dampak efisiensi ekonominya dapat dirasakan lebih cepat dan terukur," ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (1/9/2026). Percepatan Transisi Erika juga menambahkan, percepatan transisi menuju kendaraan listrik juga harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kapasitas industri manufaktur serta sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Menurutnya, pengembangan ekosistem EV perlu dilakukan secara terintegrasi melalui empat tahapan utama. Mulai dari membangun industri, meningkatkan kualitas SDM, menciptakan pasar, hingga akhirnya mendongkrak daya saing nasional. Potensi Sektor Publik dan Logistik VKTR menilai bus dan truk listrik memiliki potensi besar menjadi motor penggerak transformasi transportasi bersih di Indonesia. Pada sektor transportasi publik, elektrifikasi bus dinilai dapat langsung memangkas emisi gas rumah kaca di kawasan perkotaan. Sementara di sektor logistik dan industri, penggunaan truk listrik menawarkan efisiensi biaya operasional bagi pelaku usaha di tengah tuntutan rantai pasok yang lebih ramah lingkungan. Meski demikian, VKTR menekankan bahwa keberhasilan transisi ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, operator transportasi, pelaku industri, dan penyedia infrastruktur. "Pemerintah memegang peran penting dalam menghadirkan regulasi yang konsisten dan iklim pasar yang kondusif, termasuk memberikan prioritas bagi produk lokal. Dengan sinergi bersama operator dan industri, elektrifikasi kendaraan komersial dapat berjalan lebih cepat," kata Erika.