Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan transportasi umum di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Melalui kampanye penggunaan angkutan publik, Pemkot Tangerang mendorong warga memanfaatkan layanan transportasi umum seperti Bus Tayo dan Si Benteng yang dinilai lebih hemat, nyaman dan mudah dijangkau. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely mengatakan, penggunaan transportasi umum menjadi salah satu langkah efektif untuk membantu masyarakat mengurangi biaya transportasi sehari-hari. "Khususnya bagi pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas rutin di wilayah Kota Tangerang. Sedangkan pelajar dipastikan gratis naik Bus Tayo ataupun Si Benteng," katanya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (7/5/2026). Pemerintah Kota Tangerang menambah tiga koridor baru layanan angkutan perkotaan (AP) Si Benteng dan Bus Tayo. Saat ini, layanan Bus Tayo dan Si Benteng telah melayani sejumlah rute strategis yang menghubungkan kawasan permukiman, pusat perekonomian, hingga fasilitas publik. Kedua jenis transportasi umum berupa medium bus dan angkot AC tersebut tarifnya Rp 2.000. "Selain tarif yang terjangkau, yaitu Rp 2.000 saja, transportasi umum tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas dan emisi kendaraan di Kota Tangerang," katanya. Adapun membiasakan penggunaan transportasi umum juga diklaim sebagai bagian dari gaya hidup perkotaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa transportasi umum bukan hanya solusi hemat, tetapi juga bentuk dukungan terhadap mobilitas kota yang lebih tertata dan berkelanjutan,” tutupnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang