Semakin banyaknya merek otomotif asal China di Indonesia yang terlihat dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mulai mengubah pandangan sebagian konsumen dalam negeri. Beragam model dengan harga kompetitif dan fitur melimpah membuat mobil China semakin dilirik, meski kepercayaan terhadap merek Jepang masih menjadi pertimbangan utama. Riyan, salah satu pengunjung GIIAS 2026, mengaku mulai tertarik dengan mobil China setelah melihat perkembangan produk yang ditawarkan dalam beberapa tahun terakhir. "Beberapa tahun ini cukup menarik karena harga dan fitur-fiturnya. Jadi kalau ditanya tertarik, bisa jadi iya," kata Riyan kepada Kompas.com di ICE BSD City, Tangerang, Minggu (2/8/2026). Menurut dia, merek-merek asal China kini menawarkan nilai yang sulit diabaikan, terutama bagi konsumen yang mengutamakan fitur dengan harga lebih terjangkau. Sudah Berani Membeli Ketertarikan terhadap mobil China bahkan sudah diwujudkan oleh Satrio Suryono. Saat mengunjungi GIIAS 2026, ia memutuskan membeli mobil listrik Aira EV. "Yang diberikan lumayan kompetitif dibanding yang sudah ada selama ini. Jadi kalau dibilang tertarik, memang ada tertariknya," ujar Satrio. Pengunjung GIIAS 2026 Sementara itu, pengunjung lain, Ken, menilai mobil China semakin kompetitif, terutama dari sisi harga dan kelengkapan fitur. Meski demikian, ia mengaku citra merek masih menjadi faktor yang dipertimbangkan. "Kalau dilihat sekarang lebih unggul dari sisi harga dan fitur. Tapi kalau soal brand, menurut saya merek lain masih lebih kuat," kata Ken. Pandangan serupa disampaikan Chandra yang mengakui kualitas mobil China terus meningkat dan mulai banyak digunakan di Indonesia. "Mobil China sekarang sudah mulai bagus. Di Karawang juga sudah mulai ramai yang pakai," ujarnya. Meski masih menggunakan mobil Jepang karena dinilai terbukti tangguh, Chandra tidak menutup kemungkinan beralih ke mobil China pada masa mendatang. "Kalau ke depannya, bisa saja saya beli mobil China," kata Chandra. dhea Pengunjung GIIAS Desain hingga Harga Jadi Daya Tarik Bagi Dea sebagai wanita yang tinggal di wilayah metropolitan, perubahan terbesar terlihat dari desain kendaraan. "Dulu kita tahu merek mobil China seperti apa, banyak isu. Sekarang modelnya lucu-lucu, jadi bikin bingung juga," ujarnya. Meski demikian, ia mengaku masih memilih mobil Jepang karena merasa kualitas dan keandalannya sudah teruji. Berbeda dengannya, pengunjung lain bernama Ari justru sudah menggunakan mobil asal China, yakni GWM Tank 300 Diesel. Ilustrasi dealing area Toyota Astra Motor di GIIAS 2026 Menurut dia, produsen China kini mampu menghadirkan produk yang menarik, terutama dari sisi desain dan harga. "Minat ada, saya pakai juga. Saya pilih GWM Tank 300 Diesel karena suka bentuknya yang boxy. Dibanding diesel Jepang, menurut saya lebih halus dan harganya juga masuk akal," ujarnya. Dari sejumlah pengunjung yang ditemui Kompas.com, mayoritas mengaku mulai terbuka terhadap mobil China. Harga yang kompetitif, teknologi, dan fitur jadi alasan utama ketertarikan. Namun, reputasi merek dan rekam jejak keandalan masih menjadi faktor penting sebelum mereka memutuskan untuk melakukan pembelian.