Kehadiran mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) baru di kisaran harga Rp 200 juta hingga Rp 400 jutaan memberikan dampak signifikan terhadap peta persaingan pasar mobil bekas. Kondisi ini membuat penyesuaian harga pasar pada mobil berbahan bakar fosil tak terelakkan. Masyarakat kini memiliki lebih banyak opsi kendaraan ramah lingkungan dengan sederet nilai tambah, mulai dari pembebasan aturan ganjil-genap hingga insentif pajak yang terjangkau. Mobil bekas untuk kalangan pehobi, harganya cenderung stabil Harga Mobil Bekas Terkoreksi Penyesuaian harga paling terasa pada segmen kendaraan penumpang harian. Sebagai contoh, Honda HR-V rakitan 2017 atau generasi kedua yang sebelumnya stabil di rentang harga Rp 200 jutaan, kini mulai sulit terjual jika bertahan di angka tersebut. Para penjual terpaksa menurunkan harga unit agar tetap kompetitif. Sebab, dengan alokasi dana yang sama, calon pembeli sudah bisa membawa pulang mobil listrik anyar dari diler. Namun, dinamika penurunan harga akibat gempuran EV ini rupanya tidak berlaku menyeluruh. Segmen mobil hobi di pasar mobil bekas terbukti kebal terhadap tren koreksi harga tersebut. Karakter Mobil Hobi Berbeda Toni, Pemilik Diler Gabe Mobilindo di Pasar Mobil Kemayoran, menjelaskan bahwa segmen mobil hobi memiliki psikologi pasar tersendiri yang membuat nilainya tidak mudah goyah. "Kalau yang pricey (mobil hobi), enggak keganggu. Karena kalau orang jual mobil hobi, enggak buru-buru. Kecuali yang fast moving (mobil harian), pasti berpengaruh dengan kondisi sekarang," ujar Toni kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2026). Deretan mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran Toni memberi contoh beberapa mobil hobi yang harganya relatif stabil dan punya ceruk pasar tersendiri, seperti Suzuki Swift Sport di kisaran Rp 200 jutaan hingga Mitsubishi Lancer Evolution yang tembus ratusan juta hingga miliaran rupiah. SUV Klasik Cenderung Naik Harga Senada dengan Toni, Hendrik selaku Pemilik Diler Auto 95 menyebutkan bahwa mobil hobi untuk kebutuhan off-road maupun overlanding justru menunjukkan tren harga yang terus merangkak naik. Salah satu contoh paling mencolok adalah lini Toyota Land Cruiser generasi lawas. "Mobil-mobil hobi yang begini, Land Cruiser tua, masih ada saja peminatnya. Enggak ada turunnya, yang ada naik terus. Sesuai barang saja, kalau bagus naik terus," kata Hendrik. Toyota Land Cruiser FJ40 di GIIAS 2026