Penggunaan sistem pembayaran non-tunai (cashless) pada transportasi umum mulai lazin diberlakukan di Indonesia. Sistem pembayaran digital ini diklaim dapat menciptakan ekosistem perjalanan yang lebih aman, praktis, dan efisien. Southeast Asia Director ITDP Gonggomtua Sitanggang mengatakan, kedatangan transformasi teknologi digital membawa efek positif lewat penyediaan layanan lebih baik dengan adanya terintegrasi, responsif, dan berbasis data. "Namun opsi pembayaran tunai masih dibutuhkan untuk mengakomodasi kelompok rentan yang cenderung memiliki pengetahuan digital yang minim," katanya dikutip dari keterangan resmi, Senin (11/5/2026). Gonggom juga mempertanyakan, siapakah yang ditinggalkan dari transformasi pembayaran digital? Maka dari itu menurutnya penting penerimaan pembayaran tunai, seperti yang diberlakukan di London dan Taipei. Ilustrasi Mikrotrans JakLingko Hal ini diperlukan untuk mengakomodasi kelompok rentan yang memiliki pemahaman pembayaran digital yang rendah sambil membantu mereka untuk transisi ke pembayaran digital. Sebagai contoh, meski sistem pembayaran non-tunai sudah diterapkan oleh beberapa moda transportasi umum di Jakarta. Namun tidak semuanya saling terintegrasi. Angkot hanya menerima pembayaran tunai, sementara Transjakarta, MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan KRL tidak menerima sama sekali. Transjakarta dan TransJabodebek tidak menerima single trip card, padahal MRT, LRT Jakarta, dan KRL menerima. Sistem pembayaran yang terfragmentasi ini tidak hanya membingungkan penumpang, tetapi juga membatasi pengguna untuk mengakses sebagian moda transportasi. Menurut Gonggom, pecahnya sistem integrasi ini tidak bisa dilepaskan dari perbedaan prioritas transportasi umum di tiap daerah. "Harapannya, dalam beberapa waktu ke depan pengembangan pembayaran yang lebih komprehensif meliputi pembayaran satu pintu dengan satu kartu, penggunaan kartu debit dan kredit serta pembayaran via NFC, ditambah dengan pembayaran tunai akan membantu masyarakat dari berbagai lapisan untuk lebih mudah mengakses transportasi publik," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang