JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa hari ini ramai video di media sosial yang memperlihatkan dua penumpang terlibat cekcok di dalam bus Transjakarta. Pada video yang diunggah akun Instagram @hani.rajagukguk, seorang penumpang selaku perekam video yang duduk di kursi bukan prioritas dimaki menggunakan kata-kata kasar oleh seorang ibu-ibu yang berdiri di depannya. ibu itu memaki perekam video lantaran menganggapnya tidak mau mengalah dengan memberikan kursi yang sedang didudukinya. Perekam video mencoba menjelaskan bila kondisi kesehatannya sedang tidak baik di hari tersebut, namun emosi ibu tersebut terus meradang dengan membahas soal usia. Sebab menurutnya anak muda harus memberikan kursi kepada orang tua. Terkait hal ini, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan pihaknya menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan pemahaman mengenai fasilitas tempat duduk di dalam bus. Bus Listrik Transjakarta buatan Karoseri Laksana Sebab layanan bus Transjakarta merupakan transportasi umum milik bersama. "Kami menyampaikan permohonan maaf atas pengalaman kurang menyenangkan yang dialami oleh pelanggan kami. Transjakarta adalah milik bersama, dan kami ingin setiap perjalanan menjadi momen yang aman serta nyaman bagi semua pelanggan tanpa terkecuali," katanya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (24/12/2025). Lantaran bus Transjakarta merupakan layanan transportasi umum, maka ada etika yang harus dilakukan oleh setiap penumpang agar tidak mengganggu penumpang lain. Yang pertama, harus saling toleransi antar penumpang, sebab tidak semua penumpang dalam kondisi fit. Sehingga tidak boleh memaksa untuk memberikan hak kursinya ke penumpang lain terlepas dari berapapun usianya. Sebaliknya, penumpang usia muda bisa juga memberikan kursinya kepada lansia (lanjut usia) jika secara sukarela. Kedua, Welfizon mengatakan, pada layanan bus Transjakarta sendiri terdapat fasilitas kursi prioritas yang disediakan khusus bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan orang tua yang membawa anak atau balita. "Di luar kategori tersebut, kursi lainnya merupakan area umum yang dapat digunakan oleh seluruh penumpang," katanya. Welfizon menambahkan, untuk menghindari kesalahpahaman, Transjakarta akan terus melakukan edukasi yang lebih masif mengenai peruntukan kursi prioritas, sehingga tidak ada lagi saling rebutan kursi penumpang jika. "Kami akan menginstruksikan petugas di lapangan untuk lebih proaktif dalam mensosialisasikan aturan kursi prioritas serta membantu memediasi jika terjadi kendala antar-pelanggan di dalam bus," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang