Perjalanan menggunakan campervan ke berbagai daerah di Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Selain kondisi jalan, salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama ketika melintasi wilayah yang jauh dari perkotaan. Hal tersebut turut dirasakan Rahmi Syofia atau yang dikenal sebagai Mimi Campervan Girl. Saat melakukan perjalanan di Kalimantan dan Sulawesi, Mimi mengaku cukup kesulitan mendapatkan BBM, khususnya solar. Solar menjadi salah satu jenis BBM yang cukup banyak digunakan oleh kendaraan niaga seperti bus dan truk. Kondisi tersebut membuat Mimi harus mencari cara agar kebutuhan bahan bakar campervan tetap terpenuhi selama perjalanan. Berteman dengan sopir truk Mimi mengatakan, salah satu cara yang dilakukannya adalah menjalin hubungan baik dengan para sopir truk yang ditemui sepanjang perjalanan. Mimi Campervan Girl berpose dengan teman-teman sopir truk yang ia temui saat perjalanan Menurut dia, para sopir truk justru sering membantu ketika dirinya harus mengantre untuk mendapatkan solar di SPBU. "Berteman sama semua sopir truk, karena mereka biasanya kasih kita duluan kalau antre di SPBU," ujar Mimi, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Bukan hanya membantu saat mengantre, para sopir truk juga terkadang memberikan solar cadangan kepada Mimi ketika bertemu di perjalanan. "Karena mereka tahu kita perjalanan jauh dan kalau ketemu di jalan, mereka mau kasih solar cadangan mereka. Meski saya tidak tahu cara mereka dapat di mana ya," kata Mimi. Penerapan Biosolar B50 Bagi Mimi, bantuan tersebut cukup penting, mengingat perjalanan menggunakan campervan membutuhkan perencanaan bahan bakar yang matang. Terlebih, ada sejumlah wilayah yang jarak antar-SPBU cukup jauh sehingga pengendara perlu memperhitungkan ketersediaan BBM sebelum melanjutkan perjalanan. Waspada BBM eceran Kesulitan mendapatkan solar juga membuat Mimi sempat membeli BBM dari penjual eceran. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran tersendiri selama melakukan perjalanan. Mimi mengaku pernah mendapatkan solar yang ternyata telah dicampur dengan minyak tanah. Beruntung, kondisi tersebut diketahui setelah mendapat informasi dari para sopir truk yang ditemuinya. "Saya pernah dapat solar oplosan minyak tanah dari penjual BBM eceran. Beruntung para sopir truk kasih tahu kalau itu tidak murni," ujarnya. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan jauh menggunakan campervan tidak hanya membutuhkan kesiapan kendaraan, tetapi juga pengetahuan mengenai kondisi di daerah yang akan dilalui. Ketersediaan BBM, lokasi SPBU, hingga kondisi bahan bakar yang dijual secara eceran menjadi hal yang perlu diperhatikan. Terlebih, ketika perjalanan dilakukan menuju daerah yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas pengisian bahan bakar. Bagi Mimi, keberadaan komunitas dan orang-orang yang ditemui sepanjang perjalanan juga menjadi bagian penting dari pengalaman menjelajah Indonesia menggunakan campervan. Hubungan baik dengan sesama pengguna jalan, termasuk sopir truk, dapat membantu ketika menghadapi kendala selama perjalanan.