Berkendara di medan off-road membutuhkan teknik yang berbeda dibandingkan saat melaju di jalan aspal. Bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga posisi duduk, cara memegang setir, hingga menjaga jarak dengan kendaraan lain menjadi faktor penting demi keselamatan. Pereli nasional Julian Johan mengatakan, salah satu hal pertama yang harus diperhatikan adalah posisi duduk. Menurut pria yang akrab disapa Jeje tersebut, posisi duduk saat off-road tidak bisa disamakan dengan berkendara harian karena pengemudi membutuhkan respons yang lebih cepat ketika menghadapi berbagai rintangan. "Agar kita mendapatkan sudut dari lengan kita yang lebih menekuk, di mana itu akan lebih baik untuk mendapatkan gerakan yang lebih cepat dibandingkan dengan kalau posisi kita nyantai seperti harian, yang biasanya tangannya agak lebih lurus," ujar pria yang akrab disapa Jeje, saat ditemui di Bogor, belum lama ini. Cara aman memegang setir saat off-road Posisi Jam 10 dan Jam 2 Posisi tangan saat memegang setir juga harus diperhatikan. Jeje menyarankan pengemudi memegang setir pada posisi arah jarum jam 10 dan jam 2. Posisi tersebut dinilai paling ideal untuk mendapatkan kontrol kendaraan yang lebih baik saat melintasi jalur berbatu, berlumpur, maupun bergelombang. "Jadi, hindari kita nyetirnya dengan satu tangan, apalagi posisi tangannya yang di atas setir, di arah jarum jam 12," kata Jeje, yang pernah menyelesaikan balap reli internasional tertinggi Rally Dakar 2026. Menurutnya, posisi tangan yang benar akan membantu pengemudi bereaksi lebih cepat ketika harus menghindari lubang atau batu besar yang tiba-tiba muncul di depan kendaraan. "Karena di medan off-road, misalnya tiba-tiba ada lubang yang cukup dalam yang harus kita hindari atau ada batu besar, begitu kita refleks, tangan di posisi jam 12 itu akan lebih susah dibandingkan jika kita tangannya di posisi jarum jam 10 dan jam 2," ujarnya. Test drive Ford Everest Titanium Posisi Ibu Jari yang Aman Hal lain yang kerap diabaikan adalah posisi ibu jari saat menggenggam setir. Jeje mengingatkan agar jempol tidak melingkar atau memeluk bagian dalam lingkar setir karena dapat meningkatkan risiko cedera. "Karena di medan off-road, dengan treknya yang bergelombang, yang mana itu sangat wajar, setir bisa seperti ngebuang, gerak sendiri ke kiri atau ke kanan. Kalau jempol kita dipeluk ke dalam setir, maka akan ada risiko kita terpentok palang setir," ujar Jeje. "Jadi, posisi yang baik untuk jempolnya adalah kita tempelkan di permukaan setir atau di bagian depannya setir, bukan dipeluk ke dalam setir," kata Jeje. Test drive Ford Everest Titanium Jaga Jarak Aman Selain teknik mengemudi, menjaga jarak dengan kendaraan lain juga tidak kalah penting, terutama saat melintasi trek bersama rombongan. Banyak peserta off-road yang cenderung mengikuti kendaraan di depan terlalu dekat agar mudah menentukan jalur yang aman. Padahal, menurut Jeje, ada patokan sederhana untuk mengetahui apakah jarak dengan kendaraan di depan masih aman atau tidak. "Jadi, kalau kita memang tetap ingin rapat ke mobil depan, yang terpenting, kita bisa melihat roda belakang dari mobil depan kita. Kalau kita enggak bisa melihat roda belakang mobil depan kita, berarti itu kita terlalu dekat," ujar Jeje, yang juga sudah beberapa kali finis di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR). "Kenapa kita harus melihat roda belakang? Pertama, itu adalah jarak aman ke depan. Kedua, itu bisa jadi salah satu contekan buat kita, mana yang harus dilintasi, mana yang harus diinjak jalurnya," kata Jeje. Tak hanya menjaga fokus ke arah depan, Jeje juga mengingatkan pengemudi untuk terus mengamati sisi kanan dan kiri kendaraan. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi keberadaan batu besar, tunggul pohon, atau objek lain yang berpotensi menghambat laju kendaraan maupun menyebabkan kerusakan saat melintasi medan off-road.