Berbeda dengan mobil bensin atau diesel, mobil listrik tetap memiliki oli untuk motor listrik dan reduction gear. Jika oli ini telat diganti, risikonya cukup serius karena komponen EV bekerja pada putaran dan torsi yang sangat tinggi. Mobil listrik memakai reduction gear untuk menurunkan putaran motor listrik yang tinggi. Sehingga, dihasilkan rasio putaran lebih rendah namun memiliki torsi lebih besar. Wahyu Tri, Service Advisor Chery Solo mengatakan motor pada mobil listrik sebagai pusat dapur pacu, yang mampu berputar dalam kecepatan tinggi sehingga membutuhkan pelumasan. “Oli pada motor listrik atau gear reduction harus diganti sesuai dengan rekomendasi pabrikan, atau buku servis, masing-masing model bisa berbeda, sebagai contoh Chery J6 tiap 2 tahun atau 30.000 Km harus ganti oli,” ucap Wahyu kepada KOMPAS.com, Kamis (27/11/2025). Sama dengan pelumas pada umumnya, kualitas oli bisa menurun seiring pemakaian. Artinya, kemampuan oli dalam melindungi komponen bisa menurun sehingga berpeluang membuat kerusakan. Chery J6 di Chery Solo “Saat ini sih belum ada kasus komponen rusak karena telat ganti oli pada mobil listrik, hanya saja saran dari pabrikan tersebut sebaiknya tidak diabaikan,” ucap Wahyu. Muchlis, Instruktur Nasmoco Solo Baru mengatakan setiap komponen yang membutuhkan pelumasan harus mengganti oli secara teratur. “Kualitas oli pasti akan menurun seiring pemakaian karena mengalami panas, bersirkulasi terus, dan adanya sisa gesekan kedua komponen yang saling bertautan,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Kamis (27/11/2025). Modifikasi mobil listrik Rp 100 jutaan Wuling Air ev dan Binguo EV Dampak telat mengganti oli pada mobil listrik bisa beragam berdasarkan teori yang berlaku. Seperti permukaan kedua komponen mudah tergerus, timbul suara dengung atau putaran motor jadi lebih kasar, dan ada potensi gear rusak. Robertus Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, mengatakan selain sebagai pelumas oli pada mobil listrik juga berperan menjaga suhu komponen tidak berlebihan. “Pelumasan yang jelek bisa membuat gear reduction overheating, panas berlebih ini bisa membuat komponen lebih cepat rusak,” ucap Danang kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Pelumasan yang buruk dapat meningkatkan gesekan, sehingga kerja motor jadi lebih berat dan menambah beban konsumsi listrik. Meski angkanya kecil, perbedaan jarak tempuh bisa saja terjadi ketika pelumasan jelek. Kesimpulannya, oli pada mobil listrik wajib diganti tepat waktu sebagai upaya menjaga komponen tetap awet dan pirma. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang