Tren modifikasi helm semakin ramai di kalangan pengendara motor. Mulai dari penggunaan visor warna-warni hingga penambahan winglet belakang kini banyak dipilih demi menunjang tampilan agar terlihat lebih sporty dan berbeda dari standar pabrikan. Namun, tidak semua modifikasi helm aman digunakan di jalan. Jika dilakukan berlebihan atau tidak memperhatikan fungsi dasar helm sebagai pelindung kepala, modifikasi justru bisa meningkatkan risiko saat berkendara. Ahmad dari Komunitas Belajar Helm mengatakan, beberapa aksesori sebenarnya masih tergolong aman dipasang selama tidak mengganggu fungsi utama helm, terutama dari sisi aerodinamika dan kenyamanan pengendara. “Beberapa aksesori selama tidak mengganggu aerodinamis helm aman, semisal winglet bagian belakang, visor flat baik dark maupun warna-warni,” kata Ahmad kepada Kompas.com, Senin (19/5/2026). Meski demikian, Ahmad mengingatkan bahwa pengendara tetap perlu memperhatikan tambahan bobot pada helm. Sebab, aksesori berlebihan dapat membuat helm menjadi lebih berat dan memengaruhi kenyamanan serta keselamatan saat digunakan dalam perjalanan jauh. Cara menyimpang helm yang benar “Kecuali nambah bobot helm yang berlebih, itu yang membahayakan bagi pengendara,” ujarnya. Selain itu, penggunaan visor gelap juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi jalan dan waktu berkendara. Visor terlalu gelap saat malam hari dapat mengurangi visibilitas dan membuat pengendara lebih sulit melihat kondisi sekitar. Karena itu, modifikasi helm sebaiknya tidak hanya mengejar tampilan semata. Pengendara tetap perlu memastikan helm mampu memberikan perlindungan optimal dan tidak mengurangi fokus maupun kenyamanan saat berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang