Toyota di IIMS 2026 Prospek pasar otomotif Indonesia pada 2026 dinilai cukup menjanjikan. Proyeksi penjualan dari Gaikindo yang menyentuh angka 850 ribu unit menjadi sinyal positif bahwa daya beli masyarakat mulai kembali bergerak setelah sempat tertahan pada periode sebelumnya. Namun di tengah optimisme tersebut, Toyota justru menyoroti satu hal yang selama ini jarang dibahas ketika berbicara soal pertumbuhan pasar mobil nasional. Bukan soal persaingan merek, bukan pula soal produk, melainkan kemudahan akses pembiayaan atau kredit kendaraan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, menyebut bahwa tantangan terbesar pasar otomotif saat ini ada pada sisi leasing atau pembiayaan. “Kalau bicara tantangan, salah satunya adalah kemudahan akses untuk pembelian. Misalnya dari sisi leasing. Itu yang mungkin masih menjadi tantangan,” ujarnya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kendala utama konsumen untuk membeli mobil bukan lagi pada pilihan produk atau harga semata, tetapi pada proses dan kemudahan mendapatkan persetujuan kredit. Padahal, secara indikator makro, kondisi ekonomi dinilai cukup mendukung. Henry mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV yang berada di atas 5 persen menjadi salah satu faktor yang membuat Toyota optimistis pasar tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu.Selain itu, tren penjualan semester dua tahun lalu yang lebih baik dibanding semester pertama juga menjadi indikasi bahwa minat beli masyarakat mulai pulih.“Kalau kita lihat semester dua dibanding semester satu tahun lalu, peningkatannya cukup baik. Ini indikasi bahwa market bisa lebih baik,” katanya.Artinya, dari sisi minat dan kebutuhan, pasar sebenarnya sudah ada. Namun hambatan teknis dalam proses pembiayaan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi agar potensi tersebut bisa benar-benar terealisasi menjadi penjualan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Henry juga menyinggung bahwa isu insentif pemerintah yang masih dinantikan sejauh ini tidak menunjukkan adanya gejala penundaan pembelian dari konsumen. Pasar disebut tetap berjalan, meskipun belum ada kepastian soal kebijakan tersebut.Dengan kondisi tersebut, Toyota melihat peluang pasar 2026 tetap terbuka lebar. Namun untuk bisa memaksimalkan potensi itu, faktor kemudahan akses kredit dinilai menjadi kunci penting yang tidak bisa diabaikan dalam mendorong pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia.