Industri otomotif China semakin menunjukkan bahwa masa depan kendaraan bukan hanya ditentukan oleh tenaga mesin, tetapi juga kecerdasan perangkat lunak. Hal inilah yang menjadi dasar lahirnya Huajing S, SUV premium enam penumpang hasil kolaborasi SAIC-GM-Wuling (SGMW) dan Huawei. Bukan sekadar SUV Plug-in Hybrid (PHEV), Huajing S menjadi model pertama yang menggabungkan platform kendaraan terbaru SGMW dengan ekosistem teknologi Huawei secara menyeluruh. Mulai dari sistem penggerak hybrid, kokpit digital, LiDAR tersembunyi, hingga Advanced Driver Assistance System (ADAS), semuanya dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan pintar. Kerja sama antara SGMW dan Huawei bukan hanya sebatas penyediaan perangkat lunak. SGMW bertanggung jawab mengembangkan platform kendaraan, sistem penggerak, hingga proses manufaktur, sementara Huawei memasok hampir seluruh teknologi cerdas kendaraan. Artinya, Huajing S lahir dari perpaduan dua keahlian yang berbeda: pengalaman Wuling dalam memproduksi kendaraan massal dan kemampuan Huawei dalam mengembangkan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta sistem bantuan berkendara. Huajing S siap masuk pasar Indonesia Sistem PHEV Lingxi Power 3.0, Efisien Sekaligus Bertenaga Di balik kap mesin, Huajing S menggunakan mesin 1.5 liter turbocharged empat silinder yang menghasilkan tenaga 143 PS dan torsi 220 Nm. Mesin ini dipadukan dengan sistem Lingxi Power 3.0 Plug-in Hybrid milik SGMW dan transmisi khusus hybrid Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Berbeda dengan hybrid konvensional, sistem PHEV memungkinkan mobil berjalan menggunakan tenaga listrik murni, mesin bensin, atau kombinasi keduanya. Saat berkendara di dalam kota, motor listrik menjadi sumber tenaga utama sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan. Ketika membutuhkan akselerasi atau menempuh perjalanan jauh, mesin bensin akan bekerja bersama motor listrik untuk menghasilkan performa optimal. Pada varian tertinggi berpenggerak semua roda (AWD), kombinasi mesin dan dua motor listrik menghasilkan tenaga hingga 517 HP dengan torsi 620 Nm. Akselerasi dari 0–100 kpj diklaim hanya membutuhkan 5,2 detik, sementara kecepatan maksimum mencapai 190 kpj. Selain performa, efisiensi juga menjadi nilai jual utama. Dalam kondisi baterai habis, konsumsi bahan bakar diklaim berada di kisaran 5,98–6,98 liter per 100 km, tergantung konfigurasi penggeraknya. Pengujian Huajing S di Baojun Proving Ground, Liuzhou, China Baterai LFP dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.100 Kilometer Huajing S menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dibekali teknologi keselamatan Divine Refined Battery (Shenlian Battery). Tersedia dua pilihan kapasitas baterai, yakni 31 kWh dan 41,9 kWh, dengan pemasok dari CATL maupun Repsys, tergantung variannya. Dalam mode listrik murni (CLTC), SUV ini mampu menempuh: Hingga 200 km untuk baterai 31 kWh. Hingga 255 km pada varian FWD dengan baterai 41,9 kWh. Sekitar 235 km pada varian AWD. Sementara jika baterai terisi penuh dan tangki bensin dalam kondisi penuh, Huajing S diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.100 kilometer. Pengisian daya juga tergolong cepat berkat dukungan DC Fast Charging hingga 145 kW. Dengan teknologi 3.5C charging, baterai dapat diisi dari 10 persen hingga sekitar 60 persen hanya dalam waktu 12–14,5 menit. Huawei Qiankun ADS 4.0, Otak dari Sistem ADAS Salah satu teknologi paling menarik pada Huajing S adalah Huawei Qiankun ADS 4.0, yaitu sistem bantuan berkendara canggih yang menjadi "otak" kendaraan. Teknologi ini menggabungkan kamera, radar, sensor ultrasonik, dan LiDAR untuk memantau kondisi sekitar kendaraan secara real time. Hasil pemrosesan sensor tersebut kemudian digunakan untuk membantu pengemudi mengambil keputusan dalam berbagai situasi. fitur yang didukung antara lain: Adaptive Cruise Control, Lane Centering Assist, Navigation Guided Driving Assist di jalan tol maupun perkotaan, Automatic Emergency Braking. Enhanced Collision Avoidance,, Intelligent Parking Assist dan Remote Valet Parking. Dengan teknologi ini, Huajing S mampu membantu pengemudi menjaga lajur, mengatur kecepatan secara otomatis mengikuti kendaraan di depan, hingga melakukan parkir secara otomatis. Huajing S Hidden LiDAR, Sensor Canggih yang Disembunyikan Jika kebanyakan mobil modern memasang sensor LiDAR di atas atap, Huawei memilih pendekatan berbeda melalui teknologi Limera. Sensor solid-state LiDAR pada Huajing S diletakkan tersembunyi di balik bagian atas kaca depan (windshield). Posisi ini membuat tampilan kendaraan tetap bersih tanpa tonjolan di atap, sekaligus menjaga aerodinamika kendaraan. Huawei mengklaim desain ini mampu meningkatkan kemampuan mendeteksi objek kecil hingga 43 persen dibanding sistem sebelumnya, sehingga ADAS dapat bekerja lebih akurat dalam mengenali kendaraan, pejalan kaki, maupun rintangan di jalan. HarmonySpace 5.0, Kokpit Digital Berbasis HarmonyOS Masuk ke dalam kabin, seluruh sistem infotainment dijalankan melalui HarmonySpace 5.0 berbasis HarmonyOS 5. Pengemudi disuguhkan panel instrumen digital 8,8 inci yang dipadukan dengan layar sentuh utama 15,6 inci beresolusi tinggi. Antarmukanya dirancang memiliki latensi rendah sehingga perpindahan menu terasa responsif. HarmonySpace tidak hanya berfungsi sebagai pusat hiburan, tetapi juga menjadi penghubung seluruh sistem kendaraan, mulai dari navigasi, pengaturan mode berkendara, hingga integrasi dengan ekosistem perangkat Huawei. SUV Masa Depan yang Mengandalkan Software Huajing S memperlihatkan bagaimana perkembangan industri otomotif mulai bergeser dari sekadar meningkatkan performa mesin menuju integrasi perangkat lunak dan kecerdasan buatan. Mesin 1.5L turbo dan sistem PHEV Lingxi Power 3.0 menjadi fondasi performa dan efisiensi, sementara teknologi Huawei seperti Qiankun ADS 4.0, Hidden LiDAR, dan HarmonySpace 5.0 berperan sebagai pusat kecerdasan kendaraan. Melalui kombinasi tersebut, Huajing S bukan hanya menawarkan SUV premium dengan tenaga besar dan konsumsi bahan bakar yang efisien, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, intuitif, dan terhubung. Jika suatu saat dipasarkan di Indonesia, Huajing S berpotensi menjadi salah satu tolok ukur baru di segmen SUV PHEV premium yang mengedepankan perpaduan teknologi otomotif dan kecerdasan digital.