Kampas kopling mobil manual memiliki usia pakai terbatas dan akan aus seiring penggunaan. Salah satu tanda paling umum adalah akselerasi melemah meski putaran mesin meningkat tinggi. Bila kondisi ini dibiarkan akan membuat konsumsi bahan bakar(BBM) meningkat hingga mobil tak kuat menanjak. Terlebih mobil akan digunakan untuk perjalanan mudik Lebaran. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota-Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan gejala tersebut dikenal sebagai kopling selip, yaitu ketika tenaga mesin tidak tersalurkan sempurna ke roda. “Akibatnya mobil terasa berat dan lambat merespons saat pedal gas ditekan, kemampuan menanjak mobil jadi lemah dan konsumsi BBM meningkat signifikan,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Sabtu (28/2/2026). Tanda lain terlihat dari posisi titik gigit kopling yang semakin tinggi. Pengemudi harus melepas pedal hampir penuh agar mobil mulai bergerak, menandakan kampas mulai menipis. “Selain itu, bau hangus seperti terbakar dapat tercium setelah melewati kemacetan atau tanjakan. Bau ini muncul akibat panas berlebih karena kampas terus bergesekan,” ucap Muchlis. Kampas kopling untuk mobil Toyota Mobil juga bisa bergetar atau tersentak saat mulai berjalan di gigi pertama. Kondisi ini biasanya terjadi karena permukaan kampas sudah tidak rata. Perpindahan gigi yang terasa keras atau sulit masuk juga patut diwaspadai. Terutama saat memasukkan gigi satu dan mundur yang membutuhkan kerja kopling optimal. “Saat menghadapi tanjakan, mobil mungkin terasa kehilangan tenaga. Walau pedal gas diinjak dalam, laju kendaraan tetap lemah karena kopling tidak mencengkeram kuat, daya putar terbuang di rumah kopling,” ucap Muchlis. Ilustrasi pedal gas mobil tersangkut karpet Perubahan pada pedal kopling juga bisa dirasakan, misalnya menjadi terlalu ringan atau justru terlalu dalam. Ini menandakan komponen kopling sudah tidak bekerja normal seperti master kopling. Umumnya kampas kopling bertahan antara 60.000 hingga 100.000 kilometer, tergantung gaya berkendara. Kebiasaan setengah kopling dan sering macet dapat mempercepat keausan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang