Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik motor listrik. Sebab, ketika kendaraan membutuhkan perbaikan atau penggantian komponen, waktu tunggu suku cadang bisa memengaruhi lama kendaraan tidak dapat digunakan. Meski begitu, pengalaman setiap pengguna tidak selalu sama. Ada pemilik yang merasa mudah mendapatkan suku cadang dan layanan perawatan, sementara bengkel spesialis masih menghadapi kendala untuk memperoleh komponen tertentu. Rahman, pengguna Alva N3 Next Gen dengan sistem sewa baterai, mengatakan, sejauh ini dirinya belum mengalami kesulitan mencari suku cadang. "Sampai saat ini saya belum kesusahan cari spare part, setau saya Alva sudah ready spare partnya dan service centernya juga lengkap," kata Rahman yang sudah pakai sejak Mei 2026, kepada Kompas.com, Kamis (8/10/2026). Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat Fast Moving Hendro Sutono, pegiat kendaraan listrik sekaligus Admin KOSMIK Indonesia, menjelaskan, kemudahan mencari suku cadang motor listrik bergantung pada jenis komponen yang dibutuhkan. Komponen habis pakai atau fast-moving, seperti kampas rem, bearing roda, dan ban, umumnya lebih mudah ditemukan. Beberapa komponen tersebut memiliki spesifikasi yang serupa dengan motor konvensional sehingga ketersediaannya relatif melimpah di bengkel umum. "Suku cadang habis pakai (fast-moving) seperti kampas rem, bearing roda, dan ban umumnya menggunakan spesifikasi yang serupa dengan motor konvensional, sehingga ketersediaannya melimpah di bengkel umum," ujarnya. Sementara itu, komponen yang lebih spesifik, seperti controller atau modul elektronik tertentu, membutuhkan penanganan berbeda. Ketersediaannya dapat bergantung pada merek, tipe kendaraan, dan jalur pengadaan komponen. "Untuk komponen teknis yang bersifat spesifik (slow-moving seperti controller atau modul elektronik tertentu), proses pengadaan kini jauh lebih fleksibel," katanya. Stasiun pengisian daya motor listrik Alva Hendro menambahkan, perkembangan toko daring dan layanan logistik turut membantu pemilik maupun bengkel memperoleh komponen yang dibutuhkan. "Dukungan jaringan toko daring dan logistik membuat pemenuhan komponen spesifik tersebut rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu 1 hingga 2 hari kerja," ujarnya. Meski demikian, waktu pengadaan tersebut tidak selalu berlaku untuk semua komponen dan merek. Ketersediaan stok, lokasi penjual, serta kebutuhan komponen yang sesuai dengan model kendaraan tetap dapat memengaruhi waktu tunggu. Kata Bengkel Di sisi lain, pengalaman bengkel spesialis menunjukkan bahwa pengadaan suku cadang motor listrik belum selalu berjalan mudah. Abdullah dari Dolland Motor Electric, bengkel spesialis perbaikan dan perawatan motor listrik di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan, sejumlah komponen masih bisa membutuhkan waktu tunggu yang panjang. Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat “Ya, sebagian besar, bahkan untuk komponen tertentu, bisa menunggu hingga tiga bulan atau lebih," katanya. Menurut Abdul panggilannya, kondisi tersebut membuat bengkel harus mencari alternatif solusi ketika komponen yang dibutuhkan belum tersedia. Kendala bisa muncul ketika suku cadang tidak tersedia melalui agen pemegang merek (APM) maupun toko aftermarket. "Karena itu, kami sebagai bengkel dituntut untuk lebih kreatif dalam mencarikan solusi. Pasalnya, komponen tersebut juga tidak tersedia dari pihak APM dan belum ada toko suku cadang aftermarket seperti halnya motor bensin,” ujarnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pengalaman mendapatkan suku cadang motor listrik masih beragam. Ketersediaan komponen habis pakai dan dukungan jaringan layanan dapat mempermudah perawatan, tetapi komponen khusus tertentu masih berpotensi membuat pemilik kendaraan harus menunggu.