Perjalanan mudik identik dengan durasi berkendara yang panjang, terutama bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi. Tidak jarang pengemudi harus menghadapi kemacetan, perubahan kondisi jalan, hingga waktu tempuh yang lebih lama dari perkiraan. Dalam situasi seperti ini, pengemudi dituntut tetap fokus dan waspada sepanjang perjalanan. Konsentrasi yang baik sangat penting agar pengemudi mampu membaca situasi lalu lintas dan mengambil keputusan dengan tepat saat berkendara. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, fokus saat mengemudi sangat dipengaruhi oleh kondisi pikiran dan suasana di dalam mobil. Posisi mengemudi mobil listrik MG4 EV Menurutnya, pengemudi perlu menjaga pikiran tetap jernih serta menciptakan suasana kabin yang nyaman agar konsentrasi tetap terjaga. "Fokus bertahan maksimal tiga jam saat berkendara. Fokus yang baik dapat mengambil keputusan secara jernih di kondisi krusial," kata Sony kepada Kompas.com, belum lama ini. Untuk menjaga fokus saat berkendara, pengemudi perlu memastikan kabin mobil tetap nyaman, bersih, serta minim gangguan dari penumpang. "Lakukan istirahat berkala, setiap tiga jam berhenti," kata Sony. Istirahat tidak perlu lama-lama, 15 menit sampai 30 menit cukup. Tapi kalau sudah mengemudi di atas sembilan jam, sebaiknya istirahat penuh atau tidur. Dengan menjaga kondisi tubuh dan melakukan istirahat secara teratur, perjalanan mudik bisa tetap aman dan nyaman hingga sampai di tujuan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang