Produsen kendaraan listrik asal China, Leapmotor, mencatat ekspansi yang terbilang agresif sejak menjadi bagian dari Stellantis pada akhir 2023. Dalam waktu sekitar 18 bulan sejak memulai peluncuran global, merek tersebut berhasil memasuki lebih dari 40 pasar di berbagai belahan dunia. Kecepatan ekspansi tersebut tidak lepas dari pembentukan Leapmotor International, perusahaan patungan antara Leapmotor dan Stellantis yang bertugas mengembangkan bisnis di luar China. Melalui kolaborasi ini, Leapmotor memadukan teknologi kendaraan listrik yang dikembangkan di China dengan jaringan distribusi dan operasional global milik Stellantis. CEO Leapmotor International Tianshu Xin mengatakan, peluncuran global Leapmotor dimulai pada akhir 2024. Menterin Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di booth Leapmotor GIIAS 2026. Sejak saat itu, perusahaan terus memperluas jangkauan ke berbagai kawasan. "Jadi, apa yang telah kami lakukan sejauh ini selama 18 bulan hingga dua tahun. Saya masih ingat, kami menggelar acara peluncuran global pertama pada September 2024. Kami meluncurkannya di Milan, Italia, pada September 2024," katanya kepada beberapa wartawan di ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini. "Itu adalah peluncuran global merek Leapmotor setelah sembilan bulan persiapan. Jika melihat kembali, berarti sudah sekitar 18 bulan sejak kami melakukan peluncuran merek secara global," ujarnya. Pencapaian Menurut Xin, pencapaian tersebut tergolong tidak biasa bagi sebuah merek otomotif yang baru memulai ekspansi global. "Selama 18 bulan tersebut, kami telah meluncurkan Leapmotor di lebih dari 40 pasar yang tersebar di lima kawasan," katanya. Leapmotor C10 di GIIAS 2026 "Kami memulai di Eropa pada September 2024. Kemudian di Asia Pasifik, disusul kawasan Timur Tengah dan Afrika. Setelah itu, kami juga masuk ke Amerika Selatan," ujar Xin. "Saat ini, kami menjual Leapmotor di Brasil, Argentina, Chile, dan negara-negara lainnya. Terbaru pada April 2026, Leapmotor hadir di Meksiko. Kemudian menyusul Indonesia pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 di perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Xin menilai sangat jarang ada merek baru yang mampu menjangkau puluhan pasar dalam waktu sesingkat itu. Leapmotor B10 meluncur di GIIAS 2026 "Bagaimana kami bisa mencapai itu dalam waktu yang begitu singkat? Mungkin belum pernah mendengar ada merek baru yang diluncurkan secara global hanya dalam waktu sekitar 18 bulan," katanya. "Satu-satunya alasan kami bisa melakukannya adalah, seperti yang saya katakan sebelumnya, karena usaha patungan ini memiliki dua pemilik yang sangat kuat," ujarnya. Peran Stellantis Leapmotor sendiri merupakan produsen kendaraan listrik yang berdiri pada 2015 di Hangzhou, China. Setelah Stellantis masuk sebagai investor strategis pada akhir 2023, perusahaan membentuk Leapmotor International untuk mempercepat pemasaran produk di luar negeri. Di Indonesia, merek ini dipasarkan oleh PT Indomobil National Distributor bagian grup otomotif Indomobil. Kehadiran Leapmotor juga menambah portofolio Stellantis di Tanah Air di bawah Indomobil yang sebelumnya telah diisi oleh Jeep dan Citroen. Leapmotor C10 di GIIAS 2026 Xin menjelaskan, Leapmotor memiliki peran yang berbeda dibandingkan merek-merek lain di bawah Stellantis. Perusahaan difokuskan untuk memperkuat posisi grup tersebut di segmen kendaraan listrik dengan memanfaatkan keunggulan teknologi dari China. "Seperti yang diketahui, Stellantis memiliki 14 brand dalam portofolio mereka. Jadi, hari ini kita sudah melihat tiga bersama Indomobil, yaitu Jeep, Citroen, dan hari ini kita juga meluncurkan Leapmotor," ujar Xin. "Leapmotor adalah bagian dari portofolio Stellantis yang sangat berbeda dibandingkan dengan 14 brand lain yang dimiliki Stellantis," katanya. "Leapmotor berfokus pada China dan memiliki posisi eksklusif dalam solusi mobilitas EV, sehingga memungkinkan Stellantis untuk bersaing dengan merek-merek China lainnya di luar China," ujarnya. Xin yang menjabat CEO Leapmotor International sejak awal mengatakan, ada dua kekuatan yang dimiliki Leapmotor untuk menggebrak pasar global. Leapmotor B10 meluncur di GIIAS 2026 Ekspansi Leapmotor bukan hanya didukung oleh produk yang kompetitif, tetapi juga oleh kekuatan jaringan global yang dimiliki Stellantis. "Salah satu pemilik menghadirkan produk yang kalian lihat, yaitu B10 dan C10 yang luar biasa. Sangat berteknologi, berfokus pada NEV, dan juga kompetitif. Jadi, itulah kontribusi dari pihak China," katanya. "Mengapa Leapmotor memilih bekerja sama dengan Stellantis? Karena Stellantis merupakan salah satu OEM terbesar di dunia," ujarnya. "Stellantis memiliki kehadiran yang sangat kuat di seluruh dunia. Jadi, bagi merek baru yang ingin memasuki pasar global, yang diberikan Stellantis bukan hanya jaringan distribusi, tetapi juga jaringan manufaktur di seluruh dunia," katanya.