Stellantis dan Indomobil telah berkomitmen menghadirkan merek kendaraan listrik asal China, Leapmotor, di pasar Indonesia. Tidak hanya sekadar menjual produk, kendaraan listrik tersebut juga direncanakan untuk diproduksi secara lokal di dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kehadiran Leapmotor di Indonesia. Dengan produksi lokal, diharapkan model yang ditawarkan dapat lebih kompetitif sekaligus mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw mengatakan, Stellantis dan Indomobil telah menandatangani kerja sama untuk merakit kendaraan Leapmotor di Indonesia. Leapmotor C10 REEV meluncur di Brussels Motor Show 2025 "Bukan hanya itu saja, Indomobil National Distributor mempunyai tanggung jawab juga untuk mendistribusikan serta melakukan pelayanan after sales di seluruh Indonesia," ujar Tan, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. Selain distribusi dan layanan purna jual, perusahaan juga menyiapkan skema produksi untuk model yang akan dipasarkan. Menurut Tan, kendaraan Leapmotor yang masuk ke Indonesia nantinya akan menggunakan skema perakitan lokal. Tan menambahkan, model-model Leapmotor akan dipasarkan dengan status Completely Knock Down (CKD). Leapmotor siap meluncur di Indonesia pertengahan 2026 "Jadi, salah satu hal yang jadi pertimbangan kita untuk memastikan model itu, karena proses CKD ini kan butuh persiapan dan juga lokalisasi. Jadi, memang target kita akan produksi langsung di dalam negeri," kata Tan. Terkait lokasi produksi, Tan mengatakan kendaraan Leapmotor akan dirakit di fasilitas manufaktur milik Indomobil yang berada di kawasan Cikampek, Jawa Barat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang