Separator Transjakarta di Jalan Jenderal Gatot Subroto digeser sementara sebagai bagian dari penyesuaian rekayasa lalu lintas, selama berlangsungnya pekerjaan pemeliharaan jalan dan trotoar di kawasan tersebut. Penggeseran dilakukan secara bertahap menyesuaikan tahapan pekerjaan di lapangan dan akan dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan selesai. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan, terdapat pekerjaan di sisi utara dan sisi selatan Jalan Jenderal Gatot Subroto. Di sisi utara, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melaksanakan pembangunan dan peningkatan trotoar beserta bangunan pelengkap, termasuk pekerjaan saluran. Sementara di sisi selatan, dilakukan pekerjaan pemeliharaan jalan berupa pelapisan hotmix. “Penggeseran separator ini dilakukan sementara untuk memberikan ruang bagi pekerjaan sekaligus menyesuaikan pengaturan lalu lintas di lokasi. Pelaksanaannya bertahap dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar pergerakan kendaraan tetap dapat diatur dengan baik,” jelas kata Budi pada keterangan resmi, Jumat (21/8/2026). Jadwal pemeliharaan jalan dan trotoar Kemudian, pada area pekerjaan juga terdapat penyesuaian badan jalan untuk kebutuhan pagar pengaman pekerjaan. Pekerjaan trotoar dan saluran di sisi utara berlangsung dalam tiga segmen, yaitu: Segmen 1 dari Jalan Dukuh Patra hingga Jalan Rasamala Raya sepanjang sekitar 650 meter pada 1 Agustus–10 Oktober 2026; Segmen 2 dari Jalan Rasamala Raya hingga depan Graha Mustika sepanjang sekitar 200 meter pada 13 September–31 Oktober 2026; Segmen 3 dari depan K-Link Tower hingga Jalan Dukuh Patra sepanjang sekitar 200 meter pada 4 Oktober–14 November 2026. Sementara itu, pekerjaan pemeliharaan jalan di sisi selatan terbagi dalam dua segmen yang dilaksanakan secara bertahap pada 8 Agustus–12 September 2026, yaitu: Dari turunan flyover Pancoran hingga simpang Jalan K.P. Tendean (Hotel Mercure). Dari flyover Sudirman (Semanggi) hingga pintu Tol Senayan. Bus Transjakarta berbagi lajur Selama pekerjaan berlangsung, pada area yang terdampak rekayasa, bus Transjakarta akan berbagi lajur dengan kendaraan lainnya (mix traffic). Pengaturan separator dan lajur akan disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan serta kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan. Pada sisi utara Halte Transjakarta Pancoran, juga terdapat pekerjaan pelebaran jalan untuk mengoptimalkan konsistensi lajur. “Karena pekerjaan dilakukan secara bertahap, pengaturan lalu lintas juga akan mengikuti perkembangan pekerjaan di setiap segmen. Kami mengimbau pengguna jalan untuk memperhatikan rambu dan arahan petugas serta menyesuaikan waktu perjalanan ketika melintas di Jalan Jenderal Gatot Subroto,” imbuh Budi. Dinas Perhubungan memastikan penggeseran separator Transjakarta tersebut bersifat sementara. Setelah seluruh pekerjaan yang memerlukan penyesuaian ruang jalan selesai, separator akan dikembalikan seperti semula. Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan.