Senator Partai Republik Bernie Moreno berencana mengajukan rancangan undang-undang (RUU) baru untuk memperketat larangan produsen mobil asal China di Amerika Serikat. Melalui aturan ini, pemerintah AS ingin menutup pasar bagi kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan China, baik dari sisi komponen, perangkat lunak, maupun kerja sama bisnis. Moreno menyampaikan rencana tersebut dalam acara Automotive Forum menjelang New York International Auto Show. BYD Indonesia resmi meluncurkan BYD Atto 1 di Bandung. Ia menegaskan, aturan ini dibuat agar mobil asal China tidak masuk ke pasar Amerika. “Tidak akan pernah ada skenario di mana mobil China masuk ke pasar kami,” kata Moreno dikutip dari Carnewschina, Jumat (3/4/2026). Jika disahkan, aturan ini akan lebih ketat dibanding kebijakan yang sudah ada sejak Januari 2025 pada era Presiden Joe Biden. Saat ini, pemerintah AS memang sudah melarang penjualan mobil penumpang dari China karena alasan keamanan, terutama terkait potensi pengumpulan data pengguna. Ekspor mobil China dan Chery Untuk menjelaskan sikapnya, Moreno membandingkan industri otomotif dengan sektor telekomunikasi. Ia menyinggung larangan AS terhadap perusahaan teknologi China, Huawei. “Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi kami. Kami juga tidak akan mengizinkan produsen mobil China masuk ke pasar ini," katanya. Moreno bahkan menggunakan istilah “kanker” untuk menggambarkan ancaman tersebut, serta meminta negara lain mengambil langkah serupa. Ragam mobil china yang dijual di Indonesia. Selain di dalam negeri, Moreno juga mengajak negara lain mengikuti langkah AS. Ia berharap kawasan Amerika Latin, Meksiko, Kanada, hingga Eropa menerapkan kebijakan serupa. Di sisi lain, rencana ini mendapat dukungan dari industri otomotif AS. Sejumlah asosiasi bahkan meminta pemerintah tetap membatasi masuknya mobil China untuk melindungi pasar lokal. Namun, pemerintah China menolak keras rencana tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menilai kebijakan ini sebagai bentuk proteksionisme dan diskriminasi, serta tidak sesuai dengan prinsip persaingan yang adil. Kebijakan ini muncul di tengah situasi hubungan kedua negara yang cukup sensitif. Presiden Donald Trump dijadwalkan berkunjung ke China pada Mei mendatang. Sebelumnya, Trump sempat membuka peluang bagi produsen mobil China untuk membangun pabrik di AS, asalkan tetap mempekerjakan tenaga kerja lokal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang