Program Samsat Door to Door menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menagih piutang pajak kendaraan bermotor (PKB). Program ini melibatkan petugas pajak turun ke lapangan secara langsung. Petugas bisa saja datang ke alamat rumah, kantor dan tempat umum untuk mendatangi penunggak pajak dan melakukan penagihan. Hanya saja, tak semua penunggak pajak bisa didatangi karena anggaran yang terbatas. Kepala Bidang PKB Bapenda Jawa Tengah, Danang Wicaksono mengatakan program Samsat Door to Door punya anggaran terbatas, sehingga petugas belum bisa mendatangi semua penunggak pajak. “Yang jadi sasaran prioritas tak berpatok pada motor atau mobil, tapi pada nilai piutang yang besar seperti kendaraan roda empat, namun bukan berarti motor tidak berpeluang didatangi, misal nilai piutang besar, dan jaraknya dekat, itu bakal diprioritaskan,” ucap Danang kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Danang mengatakan, metode tersebut dinilai lebih efektif yakni sama-sama menugaskan orang untuk datang ke rumah, tapi hasil angkanya lebih besar. Sementara bila anggaran program Samsat Door to Door mencukupi, maka bukan tidak mungkin semua penunggak pajak akan didatangi. Danang mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilakukan mulai dari yang paling ringan, hingga sampai didatangi ke rumah guna mencapai efisiensi program tersebut. Cara mengurus STNK hilang 2025 sesuai aturan resmi Polri. “Pertama kami akan melakukan peringatan kepada masyarakat bahwa ada pajak yang harus dibayarkan, ini dilakukan mendekati jatuh temponya, kami bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota,” ucap Danang. Bila tiga bulan setelah jatuh tempo tetap diabaikan, Danang mengatakan, petugas akan melakukan penagihan dengan mengirimi masyarakat surat tagihan lewat pesan WhatsApp, atau kami sebut blasting. “Cara penagihan lewat pesan whatsapp tentu lebih murah, daripada mendatanginya langsung dengan memberikan surat fisik, cara tersebut juga lebih efisien, baru yang terakhir akan dikunjungi ke rumah,” ucap Danang. Sekretaris Bapenda Jawa Barat, Mohamad Deni Zakaria mengatakan Samsat Door to Door atau penelusuran manual sudah berlangsung sejak lama. “Petugas mendatangi penunggak pajak untuk mempermudah masyarakat dalam membayarkan kewajibannya, ini dilakukan baik sedang ada program pemutihan atau pun tidak,” ucap Deni kepada KOMPAS.com, Minggu (9/11/2025). Jadi, program Samsat Door to Door bisa menyasar penunggak pajak mobil atau pun motor. Petugas pajak akan melakukan penelusuran dan mendatangi sampai rumah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.