Persaingan industri otomotif nasional pada awal 2026 semakin ketat. Di tengah agresivitas merek pesaing dan pertumbuhan pasar yang melaju lebih cepat, Grup Astra mengandalkan dua model utama untuk menjaga performa penjualannya, yakni Daihatsu Gran Max dan Toyota Veloz Hybrid. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Astra sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 143.365 unit. Angka tersebut tumbuh sekitar 4 persen dibanding periode sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan itu masih berada di bawah kenaikan pasar otomotif nasional yang mencapai 12 persen dengan total penjualan 289.787 unit. Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan, kendaraan komersial dan model hybrid menjadi penopang utama penjualan Astra pada awal tahun ini. “Pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan kami Daihatsu Gran Max,” ujar Windy dalam keterangannya, Senin (11/5/2026). Daihatsu Gran Max GIICOMVEC 2026 Namun, selain kendaraan niaga, Astra juga mulai mengandalkan model elektrifikasi untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan preferensi konsumen. “Selain itu, Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun lalu dan mulai dilakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan,” katanya. Gran Max masih menjadi salah satu tulang punggung Astra di segmen kendaraan niaga ringan. Model tersebut banyak digunakan pelaku usaha untuk distribusi barang maupun kebutuhan operasional harian. Di sisi lain, hadirnya Veloz Hybrid memperlihatkan upaya Astra mengikuti perubahan tren pasar yang mulai mengarah ke kendaraan elektrifikasi. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 Sebelumnya, Auto2000 menyebut jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) Veloz Hybrid telah menembus lebih dari 3.400 unit hingga akhir April 2026, sementara penjualan ritelnya sudah melampaui 2.000 unit. Perubahan tren tersebut terlihat dari meningkatnya minat konsumen terhadap mobil hybrid dan kendaraan dengan fitur lebih lengkap. Sementara itu, pasar low cost green car (LCGC) justru mengalami penurunan. Sepanjang Januari hingga April 2026, total penjualan LCGC nasional tercatat 37.823 unit, turun dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 49.068 unit. Meski masih mendominasi pasar nasional dengan pangsa 49 persen, dominasi Astra mulai mendapat tekanan dari sejumlah merek pesaing, terutama produsen asal China. Salah satu yang paling mencolok ialah BYD dan Denza dengan total penjualan gabungan mencapai 19.247 unit selama empat bulan pertama 2026. Selain itu, Mitsubishi mencatat penjualan 35.367 unit dan Suzuki 24.154 unit pada periode yang sama. Kondisi tersebut membuat Astra tidak lagi hanya bergantung pada model konvensional dan LCGC, melainkan mulai memperkuat lini kendaraan komersial dan hybrid untuk menjaga daya saing di pasar otomotif nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang