Pertamina Lubricants berupaya menjaga pasar ekspor agar tetap stabil, termasuk mempertahankan sejumlah negara tujuan yang selama ini menjadi mitra dagang. Salah satu pasar yang tetap dijaga adalah Yaman. Meski kondisi kawasan Timur Tengah masih diliputi ketegangan akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, perusahaan berusaha mempertahankan hubungan bisnis yang telah terjalin. VP Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo, mengatakan, perusahaan saat ini masih fokus mengembangkan pasar ekspor yang telah terbentuk selama ini. Pertamina Lubricants luncurkan oli mesin terbaru Fastron Diesel 5W-30 di GIIAS 2025 “Ekspor ke 17 negara masih tetap berjalan karena kami fokus pada pengembangan di 17 market ini,” ujar Nugroho di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Nugroho menjelaskan bahwa Yaman merupakan salah satu pasar yang sebelumnya cukup potensial bagi produk pelumas asal Indonesia. Karena itu, meskipun situasi kawasan sedang tidak stabil, Pertamina Lubricants tetap berupaya menjaga keberlangsungan pasar tersebut. “Yaman masih berjalan, tetapi dengan kondisi saat ini, (konflik Timur Tengah akibat perang Amerika Serikat–Israel dan Iran), kami sifatnya masih maintain supaya tidak hilang,” kata Nugroho. Peta Negara Yaman: 14 Oktober diperingati sebagai Hari Pembebasan Yaman Menurut dia, sebelum konflik memanas, Yaman termasuk pasar yang menjanjikan bagi ekspor pelumas. Bahkan Pertamina Lubricants pernah memenangkan tender dan melakukan pengiriman dalam jumlah cukup besar. “Sebab sebelum perang, Yaman cukup potensial. Kami pernah dua kali menang tender di sana. Kalau tidak salah, pada 2013 kami pernah melakukan pengiriman sekitar 15 kontainer. Kita ikut tender di sana, kita menang, mereka juga melakukan inspeksi ke sini,” ujarnya. Iiustrasi pabrik pelumas pertamina lubricants. Selain kualitas produk, Nugroho menyebut keberadaan fasilitas riset dan pengembangan pelumas juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan mitra internasional. Fasilitas tersebut membantu menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan teknologi pelumas sekaligus menjaga kualitas produk. “Kami beruntung karena memiliki Lubricant Technology Center. Itu salah satu fasilitas pelumas R&D terbesar di Asia Tenggara,” kata Nugroho. “Fasilitas tersebut juga yang memberikan keyakinan bagi para partner untuk bekerja sama dengan kami,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang