Biaya servis sepeda motor di Australia ternyata tidak murah. Apalagi jika pekerjaan yang dilakukan cukup banyak dan melibatkan penggantian komponen. Hal tersebut dialami Ray, mantan jurnalis sekaligus bikers yang kini menetap di Perth, Australia Barat. Ray menceritakan pengalamannya ketika melakukan servis motor Honda Forza 300, motor yang dipakainya buat harian. Selain servis dia juga melakukan sejumlah komponen, mulai penggantian ban, kampas rem depan dan belakang, karet seal sok depan, hingga perbaikan kebocoran mesin. Bengkel motor di Australia "Estimasi servis, kata mekaniknya. Itu pun dia enggak menyebut ongkos jasa, cuma spare part saja. Ganti oli, lalu untuk jasanya," kata Ray kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. "Waktu itu ganti ban, ganti kampas rem belakang dan depan, karet seal sok depan, ada kebocoran mesin, lalu bersihin VIN number karena mesti kelihatan jelas, dan meluruskan cakram," katanya. Biaya Ray mengatakan, total biaya servis yang mesti dikeluarkan cukup besar bahkan hingga belasan juta. "Totalnya antara 1.200-1.300 dollar Australia," katanya. Jika dikonversikan ke rupiah, biayanya sekitar Rp 15 juta-Rp 16,5 juta. Nilai yang besar jika dibandingkan dengan biaya servis motor yang umum ditemui di Indonesia. Biaya servis sepeda motor di Australia bisa mencapai belasan juta rupiah. Meski di atas kertas cukup mahal, Ray mengatakan, biaya segitu sebetulnya masih cukup terjangkau jika dibandingkan dengan pendapatan rata-rata masyarakat Australia. "Itu masih lebih kecil dari rata-rata gaji pekerja biasa di Australia, sekitar Rp 20 jutaan per minggu," ungkapnya. Tidak Semua Bengkel Selain biaya, Ray juga menemukan perbedaan lain dalam urusan perawatan motor di Australia, yaitu soal keahlian dan spesialisasi bengkel. Menurut dia, pemilik motor tidak bisa selalu datang ke sembarang bengkel. Setiap bengkel bisa memiliki jenis motor atau layanan yang menjadi spesialisasinya. "Iya, jadi gini, di sini saya beberapa kali ke bengkel. Itu setiap bengkel enggak bisa menangani semua motor," kata Ray. Ray mengaku beberapa kali datang langsung ke bengkel tanpa memastikan terlebih dahulu layanan yang tersedia. "Saya beberapa kali main masuk saja, ternyata bengkelnya tidak melayani matik, atau di sini bilangnya skuter. Kalau mau skuter, ada bengkel khusus. Tidak semua bengkel bisa menangani semuanya," ujarnya.