Tren kendaraan listrik dunia masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat sepanjang 2025. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya terjadi di Amerika Serikat (AS), yang justru mencatat perlambatan penjualan saat pasar global terus berkembang. Berdasarkan laporan Global EV Outlook 2026 dari International Energy Agency (IEA), penjualan mobil listrik global sepanjang 2025 menembus lebih dari 20 juta unit. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. BMW Group berhasil memproduksi 2 juta unit mobil listrik Dengan capaian tersebut, kendaraan listrik kini menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan mobil baru di dunia. Artinya, satu dari empat mobil yang terjual secara global sudah menggunakan tenaga listrik. Salah satu faktor yang menopang pertumbuhan tersebut adalah semakin rendahnya biaya produksi baterai. Sepanjang 2025, harga rata-rata baterai kendaraan listrik tercatat turun sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan biaya tersebut didorong oleh melemahnya harga bahan baku serta semakin luasnya penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP). Teknologi ini dinilai lebih ekonomis dibandingkan jenis baterai lain sehingga membantu menekan biaya produksi kendaraan. Dampak Dampaknya, harga mobil listrik di banyak negara menjadi semakin kompetitif. Kondisi ini turut mendorong peningkatan permintaan, terutama di pasar Asia dan Eropa yang saat ini menjadi motor pertumbuhan kendaraan listrik global. Berbeda dengan tren tersebut, pasar mobil listrik di Amerika Serikat justru bergerak ke arah sebaliknya. Penjualan kendaraan listrik di negara itu dilaporkan melambat sepanjang 2025. Bahkan pada kuartal keempat 2025, penjualan mobil listrik baru disebut turun hingga 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi salah satu penurunan terbesar yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah analis industri menilai perubahan kebijakan pemerintah menjadi faktor utama di balik perlambatan tersebut. Pemerintah AS diketahui menghentikan berbagai insentif yang sebelumnya diberikan kepada konsumen kendaraan listrik. Sejak September 2025, insentif pajak untuk pembelian mobil listrik baru maupun bekas tidak lagi berlaku. Akibatnya, harga kendaraan listrik menjadi kurang kompetitif dan daya tariknya bagi konsumen ikut berkurang. Selain itu, pemerintah juga menghapus sanksi bagi produsen otomotif yang gagal memenuhi target efisiensi bahan bakar. Kebijakan tersebut dinilai mengurangi dorongan bagi pabrikan untuk mempercepat pengembangan dan pemasaran kendaraan elektrifikasi. Ilustrasi mobil listrik. Tarif Impor Faktor lain yang turut memengaruhi pasar adalah kebijakan tarif impor terhadap mobil listrik asal China. Pemerintah AS menerapkan bea masuk hingga 100 persen untuk kendaraan listrik yang didatangkan dari negara tersebut. Padahal, produsen China saat ini menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam industri kendaraan listrik global. Dengan dukungan biaya produksi yang lebih rendah, mereka mampu menawarkan produk dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Keunggulan tersebut membuat mobil listrik asal China terus memperluas pasar di berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Eropa. Selain harga yang kompetitif, perkembangan teknologi yang cepat juga menjadi salah satu daya tarik utama. Perbedaan kondisi antara pasar global dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa perkembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi. Faktor seperti insentif pemerintah, regulasi industri, hingga kebijakan perdagangan internasional turut berperan besar dalam menentukan laju pertumbuhan pasar. Meski pasar AS menghadapi tantangan, prospek kendaraan listrik dunia masih dinilai positif. Penurunan harga baterai serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kendaraan rendah emisi diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan penjualan EV dalam beberapa tahun ke depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang