Pabrik Hyundai di Ulsan, Korea Selatan Dunia otomotif Asia sedang memasuki babak baru yang cukup menarik untuk disimak. China yang dulu dikenal sebagai “pabrik dunia” kini mulai berdiri sejajar, bahkan menantang negara-negara yang lebih dulu unggul dalam teknologi. Perubahan ini ikut dirasakan Korea Selatan, salah satu kekuatan besar industri otomotif global. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara terbuka mengakui bahwa China kini sudah mengejar, bahkan melampaui negaranya di sejumlah bidang teknologi dan permodalan.Dulu, kerja sama industri antara China dan Korea Selatan berjalan dengan pola yang cukup jelas. Korea Selatan membawa teknologi dan modal, sementara China menyediakan tenaga kerja dan kapasitas produksi besar. Kini, peta tersebut tidak lagi sepenuhnya berlaku. Disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Senin 5 Januari 2026, perkembangan pesat industri China membuat hubungan kedua negara bergeser menjadi lebih seimbang, sekaligus lebih kompetitif.Perubahan ini paling terasa di sektor otomotif dan kendaraan listrik. China kini menjadi produsen sekaligus eksportir kendaraan listrik terbesar di dunia, dengan merek-merek lokal yang semakin agresif menembus pasar global. Di sisi lain, Korea Selatan masih memegang peran penting dalam industri otomotif dunia. Negara ini kuat di sektor komponen, elektronik kendaraan, dan teknologi baterai yang banyak dipakai produsen global. Soal baterai, persaingan semakin menarik. Perusahaan China unggul dalam produksi baterai yang lebih murah dan penguasaan bahan baku, sementara Korea Selatan fokus pada baterai berteknologi tinggi dengan performa lebih baik. Masuknya baterai murah dari China membuat persaingan kian ketat. Produsen Korea Selatan pun harus mencari cara agar tetap kompetitif di tengah pasar kendaraan listrik yang terus tumbuh.Tak hanya soal mesin dan baterai, persaingan juga merambah ke “otak” mobil. Produsen China semakin cepat menghadirkan fitur pintar seperti sistem bantuan pengemudi dan kecerdasan buatan, bahkan di mobil kelas menengah.Kondisi ini mendorong produsen Korea Selatan mempercepat pengembangan mobil berbasis perangkat lunak. Investasi besar digelontorkan agar tidak tertinggal dalam perlombaan teknologi kendaraan masa depan.