Booth Hyundai di GIIAS 2025 Merek mobil asal Korea Selatan terus berupaya mempertahankan eksistensinya di tengah ketatnya persaingan industri otomotif Indonesia. Berdasarkan data penjualan ritel Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip VIVA Otomotif, hingga Oktober 2025, dua pemain utama dari Negeri Ginseng, Hyundai dan Kia membukukan total penjualan 17.420 unit. Angka tersebut setara dengan sekitar 2,6 persen dari total pasar nasional yang mencapai 660.659 unit. Jika melihat data lebih dalam, kontribusi terbesar datang dari Hyundai yang berada di bawah PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Hyundai mencatat penjualan ritel mencapai 17.159 unit, menjadikannya pilar utama untuk eksistensi merek Korea di pasar domestik. Model-model seperti Creta, Ioniq 5, dan Ioniq 6 menjadi tulang punggung penjualan. Creta masih menjadi andalan di segmen SUV kompak, sementara Ioniq 5 dan Ioniq 6 memperkuat dominasi Hyundai di pasar kendaraan listrik (EV) yang terus berkembang pesat.Di sisi lain, Kia yang berada di bawah naungan PT Kreta Indo Artha mencatat penjualan 261 unit dalam periode yang sama. Sumbangsih Kia didorong oleh model-model SUV kompak seperti Seltos dan Sonet, serta lini mobil listrik seperti EV9 yang mulai dikenalkan kepada konsumen premium. Meski volumenya jauh lebih kecil dibanding Hyundai, kehadiran Kia tetap memberikan warna pada persaingan SUV dan EV, meskipun secara kontribusi total masih di angka yang kecil. Jika dibandingkan dengan dominasi merek Jepang dan serbuan produsen China yang semakin agresif, posisi merek Korea memang tidak berada pada jalur yang sama. Namun, mereka tetap memiliki basis konsumen tersendiri. Citra teknologi modern, kualitas perakitan, serta desain yang futuristis membuat Hyundai dan Kia masih bisa bertahan di pasar nasional yang sangat kompetitif.Hyundai juga tercatat sebagai satu-satunya merek Korea yang sudah melakukan investasi besar di Indonesia dengan menghadirkan fasilitas perakitan lokal. Kehadiran pabrik tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan nilai tambah berupa pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Langkah ini juga disebut sebagai modal penting Hyundai untuk mempertahankan daya saing di tengah perubahan preferensi konsumen dari kendaraan konvensional ke elektrifikasi. Sementara itu, tantangan bagi merek Korea masih cukup besar. Selain bersaing dengan harga agresif dari merek-merek China, mereka harus menghadapi dominasi historis dari merek Jepang yang sudah puluhan tahun menguasai pasar Indonesia. Kehadiran model baru, perluasan jaringan diler, serta strategi harga yang lebih kompetitif menjadi faktor penting agar kontribusinya tidak stagnan di kisaran 2 persen. Daftar Penjualan Merek Korea (Jan–Okt 2025)Hyundai – 17.159 unitKia – 261 unit Total: 17.420 unit (2,6% pangsa pasar nasional)