Populasi sepeda motor asal pabrikan China di pasar Indonesia kini makin marak. Konsumen di Indonesia jadi punya banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhannya, mau untuk harian atau sekadar hobi. Raksasa otomotif seperti QJMotor dan CFMoto telah resmi menjajakan lini produknya, menyusul merek-merek lain yang sudah lebih dulu hadir seperti Keeway, Benelli, hingga pendatang anyar Morbidelli. Kondisi ini membuat pilihan masyarakat tak lagi didominasi oleh deretan merek Jepang. Kendati demikian, bagi para pencinta modifikasi yang gemar melakukan personalisasi kendaraan agar tampil beda, motor racikan Tiongkok ini dianggap belum menjadi pilihan yang tepat. QJMotor SRK 800 RR Ekosistem Belum Tumbuh Product Expert Digioto Liongky, menjelaskan bahwa sepeda motor buatan China saat ini sejatinya sudah memiliki kualitas yang baik, berfitur melimpah, serta dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau. Hanya saja, dukungan ekosistem modifikasinya di Tanah Air masih sangat minim. “Kepercayaan orang sama motor China itu masih belum setinggi kepercayaan ke motor Jepang,” ujar Liongky kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2026). Liongky menambahkan, lantaran populasi unitnya masih terbatas, ketersediaan komponen penunjang seperti suku cadang aftermarket untuk modifikasi pun belum sepadat sepeda motor keluaran Jepang. “Jadi buat orang yang suka modifikasi, saya rasa kurang bisa memenuhi keinginannya. Karena memang belum seluas itu (seperti motor Jepang),” kata Liongky. Part Terbatas, Harus Impor Digioto sendiri memiliki pengalaman langsung menangani proyek modifikasi untuk beberapa unit motor China, di antaranya QJMotor SRK250 hingga CFMoto 500SR Voom. Kendala utama yang kerap ditemui di lapangan adalah ketersediaan part modifikasi yang masih sangat minim. Akibat terbatasnya pilihan di pasar domestik, pemilik kendaraan terpaksa berburu suku cadang hingga ke luar negeri. “Kita ada customer pakai CFMoto 500 Voom, dia cari part aftermarket bukan beli di Indonesia, tapi order langsung dari luar,” ungkap Liongky. Morbidelli T250X Meluncur di PRJ 2026, Motor Petualang Ringan Baru Terbatas pada Komponen Universal Jika sekadar ingin mengubah tampilan luar secara minor, penggunaan suku cadang bersifat universal sebenarnya masih memungkinkan untuk diterapkan pada motor China. Beberapa komponen yang bisa langsung disesuaikan antara lain hand grip, master rem, kaliper, hingga selang rem. Namun, bagi pemilik kendaraan yang ingin mengeksplorasi gaya modifikasi lebih dalam demi menciptakan ciri khas tersendiri, ruang gerak pada motor China diakui belum seleluasa motor asal Jepang. Faktor keterbatasan part aftermarket yang spesifik inilah yang menjadi tantangan utamanya saat ini.