Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) terus menunjukkan pertumbuhan di pasar otomotif Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, perkembangan positif tersebut terlihat dari semakin besarnya kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap penjualan mobil nasional sepanjang 2026. Pada semester I 2026, penjualan mobil BEV tercatat mencapai 70.095 unit. Angka tersebut membuat mobil listrik berbasis baterai menguasai 16,06 persen pangsa pasar kendaraan roda empat nasional. Peresmian pabrik BYD di Indonesia, Kamis (3/9/2026). Capaian tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik mulai memiliki posisi yang semakin kuat di pasar otomotif Tanah Air. Selain BEV, kendaraan hybrid juga mencatat penjualan yang cukup signifikan. Pada periode yang sama, penjualan Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencapai 40.405 unit, dengan pangsa pasar sebesar 9,26 persen. Dengan demikian, total penjualan kendaraan roda empat elektrifikasi, baik BEV maupun HEV, mencapai lebih dari 110.000 unit sepanjang enam bulan pertama 2026. “Besarnya pangsa kendaraan elektrifikasi tersebut mencerminkan semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap teknologi kendaraan rendah emisi,” ujar Agus di Subang (3/9/2026). Peresmian pabrik BYD di Subang, Kamis (3/9/2026). Pangsa Pasar Mobil Listrik 16 Persen Agus mengatakan, pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi tidak terlepas dari semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap teknologi kendaraan rendah emisi. Menurut dia, peningkatan penjualan BEV menjadi salah satu indikator bahwa tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia terus berkembang. Penjualan 70.095 unit dalam enam bulan berarti rata-rata terdapat sekitar 11.700 mobil BEV yang terjual setiap bulan sepanjang semester I 2026. Ilustrasi suasana pameran GIIAS 2026 Pangsa pasar sebesar 16,06 persen juga menunjukkan bahwa mobil listrik bukan lagi sekadar produk alternatif di pasar otomotif nasional. “Peresmian Fasilitas Produksi BYD Indonesia berlangsung di tengah perkembangan positif kendaraan listrik nasional,” ucap Agus. Kendaraan tanpa mesin pembakaran internal tersebut mulai menjadi salah satu pilihan utama konsumen ketika membeli mobil baru. Perkembangan pasar ini berlangsung bersamaan dengan semakin banyaknya merek dan model BEV yang dipasarkan di Indonesia. Persaingan yang semakin ramai turut memberikan konsumen lebih banyak pilihan, baik dari sisi harga, teknologi, jarak tempuh, maupun fitur. Ilustrasi SPKLU mobil listrik di Tol Trans Jawa Populasi Kendaraan Listrik Terus Bertambah Pertumbuhan penjualan mobil listrik juga menjadi bagian dari peningkatan populasi kendaraan listrik secara keseluruhan di Indonesia. Agus menyebut, hingga April 2026, total populasi kendaraan listrik nasional telah mencapai 468.231 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 223.100 unit. Data tersebut memperlihatkan bahwa ekosistem kendaraan listrik terus berkembang, tidak hanya dari sisi penjualan mobil baru, tetapi juga dari jumlah kendaraan yang sudah beroperasi di jalan.