Direktur Teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, memberikan peringatan keras kepada Jorge Martin menjelang musim MotoGP 2026. Ia menilai, sang juara dunia 2024 itu harus siap 'menderita' di awal musim tahun depan, setelah menjalani musim 2025 yang penuh cedera. “Kami hanya ingin Jorge kembali 100 persen pada 2026,” kata Sterlacchini dikutip Crash.net, Kamis (6/11/2025). Jorge Martin mengalami kecelakaan fatal pada sprint race MotoGP Jepang 2025 “Ia harus tetap tenang dan membangun performa langkah demi langkah. Ia harus siap menderita di awal musim depan, agar punya dasar yang kuat, bukan sekadar hasil bagus sesaat karena faktor kebetulan," lanjutnya. Diketahui, Martin baru tampil enam dari total 20 seri yang telah digelar musim ini. Rentetan cedera serius sejak pra-musim membuatnya lebih sering absen dari lintasan ketimbang bersaing di barisan depan. Padahal, motor RS-GP yang dikendarainya, terbukti kompetitif di tangan rekan setim seperti Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez. Namun, hasil terbaik Martin sejauh ini hanya finis keempat di GP Hungaria. Nasib sial kembali menimpanya di Jepang, ketika ia mengalami patah bahu akibat tabrakan dengan Bezzecchi pada sesi sprint. Cedera itu membuat Martin harus menepi hingga seri penutup di Valencia, atau bahkan lebih lama. Pesan emosional Marc Marquez untuk Jorge Martin Sterlacchini menyebut, absen panjang di musim 2025 akan memaksa Martin untuk memulai dari nol pada 2026. Adaptasi dengan motor Aprilia RS-GP disebut masih jauh dari selesai. “Situasi Jorge memang sulit karena proses belajarnya beberapa kali terhenti,” ujar Sterlacchini. “Dia kembali di saat Marco (Bezzecchi) sedang dalam performa terbaiknya. Bagi pembalap sekelas Jorge, yang punya bakat luar biasa dan status juara dunia, tentu tidak mudah menerima kenyataan bahwa ia harus berjuang dari bawah untuk pulih," tambahnya. Sterlacchini menambahkan, Martin dan tim sempat menunjukkan kemajuan pada tes Misano sebelum kembali balapan di Ceko. Mereka fokus mencari posisi ergonomi ideal sekaligus dasar setelan motor yang kompetitif sejak sesi latihan bebas pertama (FP1). Namun, rencana itu kembali buyar usai insiden di Jepang. Operasi Jorge Martin berjalan lancar, dia diharuskan beristirahat dan terpaksa absen pada MotoGP Indonesia 2025 “Saat tahu ia cedera bahu, rasanya saya ingin berenang pulang dari Jepang karena begitu frustrasi. Kami baru mulai membangun jalannya, tapi semuanya berhenti lagi,” tuturnya. Kini, fokus Aprilia adalah memulihkan kondisi Martin hingga benar-benar bugar untuk musim depan. Martin diminta harus bersabar dan tidak terburu-buru mengejar hasil instan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.