Bagi sebagian besar pengendara sepeda motor, helm mungkin hanya dipandang sebagai alat pelindung kepala wajib demi keselamatan di jalan raya. Namun, di kalangan pencinta motor kelas hobi dan kolektor perlengkapan berkendara (riding gear), helm premium memiliki nilai yang jauh melampaui fungsi proteksinya. Bahkan, pasar helm premium bekas (second) memiliki fenomena unik berupa "harga gelap" yang nilainya bisa terus melambung tinggi seiring waktu. Helm premium bekas Ketika Motif Menentukan Nilai Jual Kembali Kestabilan harga atau nilai jual kembali (resale value) dari helm premium ternyata tidak melulu ditentukan oleh kondisi fisik, tahun produksi, atau kelengkapan fiturnya. Menurut Den Ardy, Manager toko helm premium bekas dan baru The Helmet Corp (THC) di Jakarta, motif grafis atau replika pembalap yang menempel pada helm justru menjadi faktor penentu utama harga di pasar bekas. Den Ardy menjelaskan, untuk motif-motif reguler yang populasinya banyak di pasaran, harganya cenderung stabil dan dapat diprediksi. Namun, ceritanya berbeda ketika membahas motif-motif tertentu yang diproduksi secara terbatas atau sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrikan. "Di helm premium itu harganya tergantung motif. Contohnya untuk tipe reguler harganya standar, tapi kalau sudah masuk motif tertentu harganya bisa jauh sekali perbedaannya," ujar Den Ardy kepada Kompas.com, belum lama ini. Helm premium bekas Dari Nakano Shuriken hingga AGV Pista Pink Floyd Senilai Rp 50 Juta Sebagai contoh konkret, Den Ardy menyoroti lini produk legendaris dari pabrikan asal Jepang, Arai, khususnya untuk tipe tertinggi mereka yaitu RX-7X. Untuk motif pebalap GP reguler seperti milik Dani Pedrosa yang populasinya cukup banyak di jalanan, harga bekasnya di pasar saat ini berada di kisaran Rp 7,5 jutaan. Namun, harga ini bisa melonjak hingga berkali-kali lipat jika unitnya merupakan motif yang langka dan sangat diburu kolektor. "Nah si Nakano ini, misalkan contoh kita ambil Nakano Shuriken Green itu Rp 25 juta harganya. Itu second. Makanya itu tadi dibilang tergantung motif kalau di Arai," kata Den Ardy. Fenomena "harga gelap" ini tidak hanya terjadi pada merek Arai. Pabrikan helm ternama asal Italia, AGV, juga memiliki ekosistem harga yang tidak kalah fantastis, terutama untuk lini teratas mereka yang menggunakan material serat karbon murni seperti seri Pista. Jika varian reguler biasanya berada di kisaran Rp 20 jutaan, varian edisi terbatas (limited edition) harganya bisa meroket hingga setara dengan harga sepeda motor baru berkapasitas mesin 150-250 cc. "Kalau yang jadi investasi itu biasanya yang motif-motif yang jarang. Contohnya kayak Pista Wish itu produksi udah kapan tahun tapi ada barunya kita punya koleksinya. Dan itu di luar range harga yang reguler. Biasa di Rp 20 jutaan dia bisa Rp 50 juta," ungkap Den Ardy.