Salah satu cara untuk menilai efisiensi sebuah kendaraan adalah dengan menghitung total biaya kepemilikan (total cost of ownership) dalam periode tertentu. P ada kasus ini, Chery Tiggo Cross CSH menjadi contoh menarik karena statusnya sebagai SUV hybrid yang diklaim hemat bahan bakar sekaligus efisien dalam perawatan. Selama lima tahun penggunaan, biaya kepemilikan Chery Tiggo Cross CSH terdiri dari tiga komponen utama, yakni konsumsi bahan bakar, pajak tahunan, dan perawatan berkala. Ketiganya akan memberikan gambaran seberapa besar dana yang perlu disiapkan pemilik untuk menjaga kendaraan tetap prima. Dengan menghitung komponen tersebut secara rinci, calon pembeli bisa menilai apakah SUV hybrid asal Tiongkok ini menawarkan nilai ekonomis yang sebanding dengan performanya. Chery Tiggo Cross CSH Menariknya, Tiggo Cross CSH tak hanya menawarkan efisiensi dari sisi teknologi hybrid, tetapi juga dukungan garansi servis yang cukup panjang. Faktor ini berpotensi menekan pengeluaran pemilik selama periode awal kepemilikan. Lantas, berapa sebenarnya total biaya yang harus disiapkan untuk memiliki Chery Tiggo Cross CSH selama lima tahun penuh? Berikut perinciannya: Konsumsi BBM Chery Tiggo Cross CSHRedaksi sudah mengetes konsumsi BBM untuk Tiggo Cross CSH di perkotaan dengan simulasi berkendara harian. Hasilnya, SUV hybrid ini mampu mencatatkan konsumsi BBM sebesar 19,2 km/liter. Sehingga, jika dikalikan penggunaan selama 5 tahun atau 75.000 km, maka dibutuhkan bensin sebanyak 3.906,25 liter. Dikalikan dengan Pertamax (RON 92) seharga Rp 12.500, maka biaya yang diperlukan selama 5 tahun adalah Rp 48.828.125 atau per tahunnya mencapai Rp 9.765.625 (dibulatkan menjadi Rp 9.766.000). Pajak Tahunan Chery Tiggo Cross CSHBerdasarkan data dari Samsat DKI Jakarta, pajak tahunan Chery Tiggo Cross CSH berkisar antara Rp 3,1 juta hingga Rp 3,3 juta, tergantung tahun produksi dan wilayah registrasi kendaraan. Nilai tersebut tergolong wajar untuk SUV 1.500 cc yang masuk segmen menengah. Namun, selain Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), terdapat biaya lainnya, seperti Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLLJ) Rp 143.000, penerbitan atau perpanjang STNK Rp 200.000, pengesahan STNK Rp 50.000, hingga penerbitan TNKB Rp 100.000. Sehingga, jika ditotal selama 5 tahun, maka dibutuhkan biaya sebesar Rp 17.565.000. Jika dibagi per tahun, maka dana yang harus disiapkan adalah Rp 3.513.000. Biaya Perawatan Interior Chery Tiggo CrossUntuk perawatan berkala, Chery menyarankan konsumen untuk melakukannya setiap interval 15.000 Km, kecuali jarak dari servis pertama ke servis kedua. Setiap periodenya, tentu ada pergantian suku cadang, khususnya yang bersifat fast moving. PT Chery Sales Indonesia (CSI) menawarkan gratis biaya servis untuk jasa hingga empat tahun atau 60.000 Km, tergantung mana yang dicapai lebih dulu. Sementara untuk biaya suku cadang, tetap dibebankan ke konsumen sejak servis pertama. Jika dihitung hanya penggunaan selama 5 tahun, biaya perawatan Chery Tiggo Cross CSH hanya Rp 13.661.500 (setelah pembulatan). Maka, per tahunnya, biaya yang perlu disiapkan adalah Rp 2.732.300. Biaya Kepemilikan Test drive Chery Tiggo Cross CSHBiaya kepemilikan didapat dengan menjumlahkan konsumsi BBM, pajak tahunan, dan biaya perawatan, selama 5 tahun. Berikut ini rinciannya: Konsumsi BBM Rp 48.828.125 Biaya Perawatan Rp 13.661.500 Pajak Tahunan Rp 17.565.000 Total 5 Tahun Rp 80.054.625 Total Per Tahun Rp 16.010.925 Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.