Chery Tiggo Cross mulai jadi pilihan baru bagi konsumen yang mencari SUV ringkas dengan fitur lengkap dan harga bersaing. Mobil ini dibanderol dengan harga mulai Rp 259,5 juta sampai Rp 289,5 juta untuk varian dengan mesin bensin atau Internal Combustion Engine (ICE), Namun, tak hanya soal desain atau fitur, biaya kepemilikan juga menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian pemilik kendaraan. Adhi Septian, salah satu pengguna Tiggo Cross sejak awal 2025 menyebut, SUV ringkas asal negeri Tiongkok itu terbilang irit dalam pemakaian bahan bakar sehingga bisa menjadi andalan untuk menunjang mobilitas sehari-hari. "Konsumsi BBM cukup irit, di 11-13 Kilometer per liter dalam kota," kata Adhi, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (6/12/2025). Untuk biaya pajak tahunan, pria yang tinggal di Jakarta ini menyebut bahwa Chery Tiggo memiliki biaya pajak Rp 2,5 jutaan per tahun. Chery Tiggo cross Dari segi konsumsi bahan bakar, Adhi mengisi mobilnya dengan bensin oktan 92, dengan estimasi biaya sekitar Rp 300.000 sampai Rp 400.000 untuk setiap kali pengisian selama satu minggu. Selama periode awal kepemilikan, Adhi mengaku baru sekali melakukan servis rutin, dengan kisaran biaya Rp 1 juta. "Baru di servis satu kali, kena di angka Rp 1 juta, sudah termasuk oli dan jasa," kata Adhi. Dari total biaya yang dikeluarkan, setidaknya Adhi harus menyiapkan uang sekitar Rp 17.900.000 sampai Rp 22.700.000 per tahun untuk biaya pajak dan pengeluaran bahan bakar, tidak termasuk biaya servis. Jika dibagi per bulan, maka Adhi harus mengeluarkan biaya sedikitnya Rp 1.491.666. Sementara jika dibagi lagi per hari, dana yang harus disiapkan konsumen hanya sekitar Rp 49.722. Biaya tersebut bisa dibilang masih terjangkau untuk kepemilikan mobil SUV ringkas. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang