Pengendara yang melintas di kawasan Semanggi menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) perlu bersiap mencari jalur alternatif. Dilansir dari akun X @TMCPoldaMetro (12/6/2026), Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan penutupan sementara Jalan Layang Semanggi arah Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) mulai pukul 14.00 WIB. Penutupan dilakukan seiring berlangsungnya aksi penyampaian pendapat di kawasan Jakarta Pusat yang berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas. 13.52 Imbas kegiatan peyampain pendapat didpn DPR / MPR RI Jl Gatot Subroto saat ini, lalu lintas diLayang Semanggi arah Bundaran HI ditutp sementara pic.twitter.com/w72itH2OA1 — TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) June 12, 2026 Sejumlah water barrier tampak dipasang untuk menutup akses menuju Bundaran HI melalui jalan layang tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan Polda Metro Jaya, pengendara yang hendak menuju Bundaran HI diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan petugas di lapangan. Dua Jalur Alternatif Menuju Bundaran HI Bagi kendaraan yang datang dari arah Semanggi, petugas mengarahkan pengendara melintas di depan Polda Metro Jaya, kemudian belok kiri dan melaju lurus hingga Bundaran Senayan. Dari titik tersebut, pengendara dapat melakukan putar balik untuk melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI. Terdapat penutupan sementara di Jalan Layang Semanggi arah Bundaran HI. pic.twitter.com/ns6F5SN2R8 — TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) June 12, 2026 Sementara itu, alternatif lainnya dapat ditempuh melalui kawasan Kuningan menuju Jalan HR Rasuna Said, kemudian melintas ke kawasan Menteng dan selanjutnya menuju Bundaran HI. Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Selain penutupan jalan secara situasional, aparat juga melakukan pengaturan arus kendaraan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan. Perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia tiba di titik aksi Bundaran HI, Jakarta Pusat usai bus rombongannya diadang polisi di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jumat (12/6/2026) siang Ribuan Personel Disiagakan Untuk mengamankan jalannya aksi dan mengantisipasi dampaknya terhadap lalu lintas, Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, sebanyak 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI diterjunkan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Menurut Budi, aparat menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap berkewajiban menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas masyarakat lainnya. Aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD memperketat penjagaan di sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat jelang demo mahasiswa pada Jumat (12/6/2026) pagi. “Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ujar Budi, dalam keteragannya, Jumat (12/6/2026). Ia menambahkan, sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan untuk menghadapi dinamika di lapangan. Upaya tersebut meliputi pengaturan arus lalu lintas, pengawasan konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional apabila diperlukan, pengamanan fasilitas umum, hingga pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, masyarakat yang berencana melintas di kawasan Semanggi, Sudirman, hingga Bundaran HI pada sore hari disarankan memanfaatkan jalur alternatif atau menyesuaikan waktu perjalanan untuk menghindari kemacetan akibat rekayasa lalu lintas yang diberlakukan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang