Ketidakpastian kondisi ekonomi yang berkepanjangan serta dinamika industri otomotif berimbas langsung pada nilai jual mobil bekas. Beberapa model yang sempat menjadi primadona pasar dua tahun lalu kini terpaksa mengalami koreksi harga yang cukup signifikan. Penurunan harga bekas ini dipicu oleh perpaduan berbagai faktor, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat, gempuran mobil listrik (electric vehicle/EV) anyar asal China berharga terjangkau, hingga melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM). Harga Honda HR-V Bekas Ilustrasi Honda HR-V 2016 Toni, pemilik diler Gabe Mobilindo di Pasar Mobil Kemayoran, mengungkapkan bahwa depresiasi harga yang paling menonjol terjadi pada unit Honda HR-V. Padahal, sekitar dua tahun lalu, compact SUV ini tergolong sangat diburu calon konsumen. V turun, jauh, jatuh. Dua tahun lalu banyak yang cari. Mobil tahun 2015 juga masih bagus harganya. Sekarang banyak yang terkoreksi harganya," kata Toni kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2026). Toni menuturkan, HR-V lansiran 2015 hingga 2017 sebelumnya masih stabil dipasarkan di atas angka Rp 200 juta. Namun kondisi saat ini berbalik, di mana menjual dengan harga tersebut terbilang sulit. Modifikai audio HR-V 1.8 "Waktu itu bisa jual di atas Rp 200 juta, sekarang sudah enggak bisa. Tipe 1.8 (Prestige) 2017 dulu masih Rp 250 (juta), sekarang jual Rp 200 (juta) juga sudah jago," ujar Toni. Selain lesunya daya beli, hadirnya alternatif mobil listrik baru di rentang harga Rp 200 jutaan turut mengikis minat konsumen terhadap HR-V bekas. "Tapi memang daya belinya juga, sekarang apalagi banyak opsi mobil listrik dengan bujet segitu," kata Toni. Toyota memutuskan untuk menghentikan penjualan Toyota Fortuner di Australia. SUV Diesel Ikut Terdampak Kenaikan BBM Koreksi harga juga merembet ke segmen Sport Utility Vehicle (SUV) bermesin diesel. Hendrik, pemilik diler Auto 95, menyebutkan bahwa lonjakan harga BBM nonsubsidi menjadi faktor utama pendorong turunnya harga bekas mobil-mobil berdimensi besar tersebut. Model-model populer seperti Hyundai Palisade, Toyota Fortuner, hingga Mitsubishi Pajero Sport menjadi jajaran yang mengalami penurunan harga cukup drastis di pasaran. Mitsubishi Pajero Sport "Mobil seperti Palisade, Fortuner, Pajero, pada turun jauh. Harganya drop, sedangkan yang punya mobil kan mau (jual) harganya tinggi. Kita tawar murah, jadi enggak ketemu," kata Hendrik. Kondisi perbedaan ekspektasi harga antara pemilik dan pedagang ini sering kali berujung pada alotnya transaksi.