Biaya perawatan sektor kaki-kaki kendaraan kini mulai membengkak. Para pemilik mobil yang hendak melakukan perbaikan, harus siap merogoh kocek lebih dalam akibat penyesuaian harga sparepart. Komponen vital seperti sokbreker, tie rod, hingga stabilizer yang berfungsi menjaga kestabilan serta keselamatan berkendara kini mengalami kenaikan. Imbas penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) serta biaya distribusi membuat sejumlah suku cadang merangkak naik, sehingga pemilik kendaraan perlu mengalokasikan tambahan dana sebelum membeli suku cadang tersebut. Toko di Pasar Mobil Kemayoran, lokasi yang berdekatan dengan toko yang terbakar Harga Suku Cadang Naik Juned, pemilik toko Auto Service spesialis kaki-kaki mobil di Pasar Mobil Kemayoran, mengungkapkan bahwa kenaikan harga suku cadang sudah terasa imbas dari penyesuaian harga BBM. “Dari BBM naik. Enggak begitu besar ya kenaikannya, paling lima persen,” ujar Juned kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2026). Kendati rata-rata kenaikan berada di angka lima persen, beberapa komponen vital seperti sokbreker mengalami lonjakan harga yang terbilang cukup signifikan di pasaran. “Komponen yang paling besar naiknya adalah sokbreker. Dari Rp 1,2 juta bisa jadi Rp 1,6 juta. Kalau yang lain sekitar lima persen kenaikannya,” kata dia. Merek Paling Sering Jajan Selain faktor kenaikan harga, Juned juga membeberkan kendaraan yang paling sering menyambangi bengkelnya untuk perbaikan kaki-kaki. Menurutnya, merek-merek populer asal Jepang masih mendominasi. “Mobilnya merek Jepang, Honda, Toyota sama saja. Kalau kaki-kaki yang awet itu Nissan, cuma sparepart-nya tinggi, mahal. Bisa dua kali lipat dari mobil Jepang lain,” ucap Juned. Sementara untuk kendaraan asal Eropa, biaya perbaikan tidak selalu berakhir mahal selama pemilik pandai memilih opsi komponen pengganti. “Eropa kalau bilang mahal enggak juga. Kalau yang original memang mahal, tapi yang imitasinya kan ada. Aman juga, asal jangan cari di online,” ucap dia. Ilustrasi sokbreker mobil Bahaya Belanja Online Terkait pembelian komponen kaki-kaki di platform e-commerce, Juned mewanti-wanti konsumen agar tidak tergiur harga murah. Risiko mendapatkan barang rekondisi atau servisan dinilai sangat membahayakan keselamatan. “Itu barang seperti tie rod, barang servisan. Belanja online, dipasang, enggak tahunya seminggu copot. Kejadiannya banyak, patah,” kata Juned. Ia menambahkan, kemasan barang buatan atau rekondisi tersebut sering kali dibuat sangat mirip dengan produk asli pabrikan. “Dia pakai sampul (bungkus) Toyota, ternyata itu bisa dibikin, kode-kode barangnya juga. Dia bilang ori, padahal barang servisan,” ujar dia. Kenaikan harga suku cadang, khususnya komponen vital seperti sokbreker, menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik kendaraan saat merawat mobilnya. Kendati demikian, menghemat anggaran dengan membeli komponen murah secara online sangat tidak disarankan demi menghindari barang tiruan atau rekondisi yang berisiko mengancam keselamatan berkendara.