— Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, membuat banyak warga terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang aman. Salah satu lokasi yang dijadikan tempat mengungsi sementara adalah diler Toyota Auto2000 yang berada di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Diler tersebut membuka pintu bagi warga sekitar yang terdampak banjir, agar bisa mendapatkan tempat berteduh yang lebih layak sambil menunggu kondisi air surut. Diler Toyota Auto2000 di Medan jadi tempat mengungsi korban banjir. Anton Jimmi Suwandy, Chief Executive Auto2000, mengatakan, Auto2000 cabang Marelan mulai membuka ruang sebagai lokasi pengungsian korban banjir sejak Kamis, (27/11/2025). "Pertama, Auto2000 turut berduka atas musibah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Medan," ujar Anton kepada Kompas.com, Minggu (30/11/2025). "Sebagai bentuk kepedulian, Auto2000 Medan, khususnya Cabang Marelan, sejak 27 November lalu telah membuka area cabang sebagai lokasi pengungsian sementara," ujar Anton. Diler Toyota Auto2000 di Medan jadi tempat mengungsi korban banjir. Hingga saat ini, kata Anton, Auto2000 cabang Marelan telah menampung lebih dari 200 warga yang terdampak banjir terutama warga lanjut usia, perempuan dan anak anak. "Ini juga merupakan inisiatif yang berangkat dari koordinasi antara Auto2000, pihak pemerintah khususnya Babinsa setempat dan warga terdampak," ujar Anton. "Selain itu, di area cabang Auto2000 Marelan dibuka dapur umum, dan Auto2000 turut menyediakan beberapa kebutuhan mendesak untuk membantu para pengungsi selama berada di area cabang kami," katanya. Diler Toyota Auto2000 di Medan jadi tempat mengungsi korban banjir. Anton mengatakan, Auto2000 juga berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan Grup Astra lainnya untuk memperkuat dukungan bagi masyarakat yang terdampak. "Harapan kami, bencana ini dapat segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal seperti sediakala," katanya. "Terkait dengan operasional cabang, per 29 Desember, cabang Auto2000 juga sudah kembali beroperasi, mengingat kebutuhan konsumen yang kendaraannya juga terkena dampak," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang