Melalui E5 Plus, PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia) kembali masuk ke segmen kendaraan penumpang setelah sebelumnya berfokus pada produk kendaraan niaga. Mengusung genre SUV 7-seater dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), mobil tersebut hadir dengan fitur serta teknologi terkini untuk bersaing dengan para rivalnya. Meski dari sisi produk bisa dikatakan cukup menggoda, perjalanan DFSK untuk kembali masuk ke pasar mobil penumpang tidak mudah. Ada sejumlah pekerjaan rumah yang menjadi tantangan utama bagi perusahaan. Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile mengatakan, salah satu tantangan utama saat ini adalah memperluas jaringan diler, terutama untuk mendukung layanan purnajual. DFSK E5 Plus "Ini menjadi tantangan bagi kami. Sebelumnya kami jual pikap dan ada diesel dan sebagainya itu kuat di Indonesia Timur, di Jabodetabek sendiri saat ini kami masih kurang diler," kata Cing Hok kepada media di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/9/2026). Menurut Cing Hok, pasar kendaraan elektrifikasi, termasuk mobil listrik murni atau electric vehicle (EV), terus berkembang. Namun demikian, di lain sisi perkembangan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Karena itu, penambahan diler di wilayah Jabodetabek tidak hanya bertujuan mendongkrak penjualan mobil penumpang DFSK, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi DFSK ke depannya. Saat ini, DFSK memiliki 49 diler yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk hingga Manokwari. Perusahaan pun tengah memperluas jaringan dengan merekrut mitra untuk pembangunan diler berfasilitas 3S (sales, service, spare parts) di Jabodetabek. Peresmian diler DFSK-Seres di Manokwari, Sabtu (6/12/2025) "Total diler saat ini 49 secara nasional sampai Manokwari, sekarang kami sedang gencar merekrut pembangunan diler 3S di Jabodetabek. Target mungkin sampai akhir tahun bisa sampai 55 diler, hal ini juga karena ada policy satu kota satu owner untuk menghindari adanya persaingan diskon, harga, dan lainnya," kata Cing Hok. Dengan penambahan jaringan tersebut, DFSK menargetkan jumlah diler meningkat menjadi 55 outlet hingga akhir 2026. Perluasan ini diharapkan dapat memperkuat layanan purnajual sekaligus mendukung pemasaran produk kendaraan penumpang dan elektrifikasi DFSK di Indonesia.