Upaya memperluas pasar Harley-Davidson di Indonesia kini tak lagi hanya menyasar konsumen individu. Melalui strategi baru, penjualan ke segmen komersial mulai digarap, meski porsinya saat ini masih tergolong kecil. Operations Director JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly, mengungkapkan bahwa langkah ini didukung oleh ekosistem internal grup. “Jadi kebetulan kita secara company Inchcape itu kita sudah mempunyai fleet department. Jadi tentunya ini dengan Harley merupakan bagian daripada Inchcape Indonesia,” ujar Irvino, kepada Kompas.com (20/4/2026). Sejumlah anggota polwan dari Brigade Motor Mojang Lodaya Polda Jawa Barat menyuguhkan aksi akrobatik di atas motor gede di depan ribuan peserta Milenial Road Safety Festival 2019 di Alun-Alun Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Minggu (17/3/2019). “Mereka yang berkonsentrasi untuk menjual fleet tadi, baik itu kepada perusahaan ataupun kepada government institution,” kata dia. Selama ini, penjualan fleet Harley-Davidson memang lebih banyak menyasar instansi pemerintah. Pengalaman tersebut sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Namun ke depan, perusahaan ingin memperluas jangkauan ke sektor swasta. “Kalau yang sudah pernah kita lakukan saat ini memang government. Seperti tahun lalu kita pernah memberikan juga untuk kepada government,” ucap Irvino. Ilustrasi: Komunitas moge yang touring tidak wajib dikawal Polisi, Jumat (14/2/2025) “Ke depannya kita mau coba kembangkan lagi bukan hanya non-government tapi kepada rental, perusahaan-perusahaan dan lain sebagainya. Komposisinya sekarang masih sangat kecil, mungkin 5-10 persen,” ujarnya. Di tengah kondisi pasar yang menantang, perusahaan tetap menjaga optimisme. Berbagai faktor eksternal seperti regulasi, kondisi geopolitik global, harga minyak, hingga nilai tukar mata uang menjadi tantangan tersendiri bagi industri otomotif. “(Pasar secara keseluruhan) kami sih tetap positif ya, walaupun kita melihat ini pasti tetap merupakan tahun yang challenging. Terutama kalau kita melihat sekarang dengan regulasi, kondisi global yang terjadi peperangan, minyak dunia, forex yang juga tidak favourable,” kata Irvino. “Tentunya kita coba untuk bisa tidak terlalu agresif tapi tetap optimis. Kita mau pencapaian minimum sama atau lebih dari tahun lalu,” ucap dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang