DFSK Gelora E di GIIAS 2024 Selama bertahun-tahun di pasar otomotif Indonesia, DFSK kerap dipersepsikan sebagai merek yang bermain di segmen kendaraan komersial. Model seperti Gelora dan Super Cab memang menjadi tulang punggung penjualan mereka, sehingga citra itu semakin melekat di mata konsumen. PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK dan Seres di Indonesia, mulai mengatur ulang arah bisnisnya. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak ingin terus identik sebagai pemain mobil niaga semata.Hal itu disampaikan langsung oleh Cing Hok Rifin, Director of Sales Center Sokonindo Automobile. Ia mengakui persepsi publik memang terbentuk secara natural karena selama tujuh tahun kehadirannya di Indonesia, produk komersial pabrikan lebih dominan. Tapi kini manajemen ingin menyeimbangkan portofolio penjualan antara segmen komersial dan penumpang. “Selama ini orang lebih tahu kita kendaraan komersial. Tapi kita juga mau orang tahu kita kendaraan penumpang. Memang produk barunya belum dirilis, masih dalam tahap R&D. Mudah-mudahan tahun depan ada sesuatu yang baru untuk passenger,” ujar dia belum lama ini.Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa perusahaan tengah menyiapkan langkah besar untuk kembali ke pasar mobil penumpang setelah cukup lama tidak menghadirkan model anyar. DFSK tidak ingin selamanya bermain di wilayah komersial, melainkan memperkuat eksistensinya sebagai merek yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan konsumen individu. Menariknya, pendekatan DFSK terhadap produk penumpang baru ini tidak diarahkan ke model mobil listrik kompak seperti tren yang marak di Indonesia dalam setahun terakhir. Perusahaan justru memilih strategi berbeda, namun detailnya masih disimpan rapat. “Tunggu tanggal mainnya,” singkat Cing saat ditanya mengenai peluncuran. Sementara itu, pasar komersial masih akan menjadi penopang utama bisnis mereka dalam jangka pendek. Tingginya porsi pembelian lewat skema kredit mencapai 65 hingga 70 persen membuat segmen ini tetap stabil. Namun DFSK memahami bahwa pertumbuhan jangka panjang membutuhkan keberadaan model penumpang yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan riset yang saat ini sudah berjalan, pabrika memberi sinyal bahwa tahun depan akan menjadi momentum penting bagi mereka. Jika model baru benar-benar hadir, maka DFSK berpotensi muncul sebagai pemain yang lebih komplet dan kuat di kendaraan niaga sekaligus kompetitif di kendaraan penumpang.