Pameran GJAW 2025 Pasar otomotif Tanah Air sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang sangat menarik dengan hadirnya berbagai pilihan kendaraan dari pasar global. Kehadiran mobil impor atau Completely Built Up (CBU) ini melengkapi keberagaman opsi bagi konsumen Indonesia yang mendambakan teknologi terbaru. Laporan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia alias Gaikindo mencatat, bahwa lonjakan permintaan kendaraan ramah lingkungan menjadi motor utama aktivitas impor tahun ini. Hal ini terlihat dari dominasi mobil listrik yang kini mengambil porsi cukup besar dalam portofolio kendaraan impor nasional.Dari penelusuran VIVA Otomotif di data terbaru Gaikindo, Selasa 13 Januari 2026, merek BYD menjadi sorotan utama karena berhasil mendatangkan puluhan ribu unit untuk memenuhi antusiasme masyarakat terhadap mobil listrik. Melalui model-model seperti M6, Atto 3, hingga Seal, BYD mencatatkan angka impor yang mencapai 51.435 unit. Di sisi lain, raksasa otomotif Toyota tetap konsisten menghadirkan kendaraan premium dan niaga tangguh melalui jalur CBU. Model-model legendaris seperti Alphard, Land Cruiser, hingga Hilux menyumbang angka impor yang signifikan sebesar 30.996 unit. Toyota Alphard di GIIAS 2025 Pendatang baru dari Vietnam, VinFast, juga menunjukkan keseriusannya dalam meramaikan persaingan otomotif di Indonesia. Dengan total impor sebanyak 17.222 unit, model seperti VF 5 dan VF 3 mulai sering terlihat menghiasi jalanan kota-kota besar. Segmen kendaraan hobi dan gaya hidup juga tidak ketinggalan mendapatkan tempat istimewa di hati para pecinta otomotif. Mitsubishi dengan Triton terbaru serta Suzuki yang mengandalkan Jimny dan Grand Vitara tetap stabil memberikan kontribusi impor di angka ribuan unit. Selain itu, lini mewah seperti Lexus dan model inovatif dari Geely serta Aion semakin memperkaya pilihan bagi segmen pasar spesifik. Kehadiran mereka membuktikan bahwa pasar Indonesia sangat terbuka terhadap inovasi teknologi berkendara dari berbagai negara.Secara keseluruhan, total penjualan otomotif nasional yang mencapai 803.687 unit merupakan sinergi positif antara produksi lokal dan unit impor. Keberagaman ini justru memperkuat ekosistem industri otomotif kita dan memberikan lebih banyak manfaat bagi konsumen luas.