[Gambas:Youtube] Mobil dinas pejabat di Indonesia punya pelat nomor khusus. Berikut ini daftar pelat nomor pejabat dari presiden hingga menteri.Pelat nomor khusus digunakan pada mobil dinas pejabat di Tanah Air. Untuk jabatan tertentu, pelat nomor itu menggunakan kode depan RI dan diikuti oleh angka secara berurutan. Misalnya untuk mobil dinas presiden, menggunakan pelat nomor RI 1.Selanjutnya, wakil presiden menggunakan pelat nomor RI 2 dan begitu seterusnya. Untuk tahu lebih lengkapnya, berikut ini urutan pelat nomor mobil dinas pejabat RI dikutip dari laman Instagram Korlantas Polri.Daftar Pelat Nomor Mobil Dinas Pejabat RIRI 1: Presiden RIRI 2: Wakil Presiden RIRI 3: Istri PresidenRI 4: Istri Wakil Presiden RIRI 5: Ketua MPRRI 6: Ketua DPRRI 7: Ketua DPDRI 8: Ketua MARI 9: Ketua MKRI 10: Ketua BPKRI 11: Ketua KYRI 12: Gubernur BIRI 13: Ketua OJKRI 14 dan seterusnya: Menteri, Wakil Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Utusan Khusus Presiden, Pejabat Penting, dan Kepala Lembaga/Badan LainnyaPelat Nomor Khusus Kode ZZSelain itu ada juga pelat nomor khusus yang digunakan pejabat polisi, TNI, dan Kementerian dengan kode ZZ. Biasanya diikuti dengan kombinasi huruf yang menjadi ciri instansinya. Misalnya ZZH, ZZS, ZZP, ZZD, ZZL, ZZT, dan ZZU. Kode itu merujuk kepada instansi atau jabatan pengguna kendaraan dinas tersebut. Berikut rinciannya:ZZH dan ZZS: kendaraan dinas kementerian/lembagaZZT: kendaraan dinas Mabes TNIZZP: kendaraan dinas PolriZZD: kendaraan dinas TNI Angkatan DaratZZL: kendaraan dinas TNI Angkatan LautZZU: kendaraan dinas TNI Angkatan UdaraSebagai catatan, pelat nomor khusus dengan kode ZZ ini hanya boleh dipasang di kendaraan dinas dengan jabatan minimal eselon 1 dan eselon 2. Setiap pejabat hanya mendapatkan satu pelat dinas untuk satu kendaraan. Ditegaskan, meski mobil dinas menggunakan pelat nomor khusus, penggunanya tetap harus mengikuti aturan berlalu lintas. Perlu diketahui juga, pelat nomor ZZ itu bukan untuk kendaraan pribadi.Pelat ZZ merupakan pengganti pelat RF yang dulu kerap digunakan para pejabat di dalam negeri pada kendaraan dinasnya. Dalam praktiknya, pelat RF itu justru banyak disalahgunakan. Tidak sedikit warga sipil yang menggunakan pelat RF dan berlagak seperti pejabat agar bisa mendapat prioritas di jalan.