Ekspor mobil China Ambisi industri otomotif China kini tidak lagi berhenti di pasar domestik. Dalam beberapa tahun ke depan, mobil-mobil buatan mereka disiapkan untuk hadir lebih masif di berbagai negara. Hal ini tercermin dari target penjualan tahunan yang dipasang pabrikan-pabrikan besar Negeri Tirai Bambu itu. Meski strategi tiap perusahaan berbeda, arah besarnya sama, yaitu memperluas jejak global lewat elektrifikasi.Pabrikan otomotif konvensional China memilih langkah yang relatif hati-hati. Mereka membidik pertumbuhan penjualan di kisaran 10 hingga 15 persen sambil memperkuat transisi ke mobil listrik. Disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Rabu 14 Januari 2026, Geely Automobile menjadi contoh strategi ini dengan target penjualan 3,45 juta unit. Fokus utama mereka tetap pada kendaraan energi baru yang porsinya terus diperbesar.Changan Automobile juga mengambil jalur serupa dengan target 3,3 juta unit. Menariknya, pabrikan ini secara terbuka menargetkan penjualan luar negeri hingga 750.000 unit. Chery Group bergerak dengan pendekatan agresif namun terstruktur. Target 3,2 juta unit disiapkan lewat peluncuran belasan model baru dan penguatan teknologi cerdas. Dongfeng Group menempatkan ekspor sebagai pilar penting dalam pertumbuhannya. Dari target 3,25 juta unit, sekitar 600.000 unit diarahkan ke pasar luar China. Great Wall Motors memilih langkah lebih konservatif. Meski targetnya 1,8 juta unit, fokus mereka tetap pada perbaikan produk dan elektrifikasi bertahap.Berbeda dengan pabrikan lama, produsen mobil listrik baru bergerak jauh lebih agresif. Mereka melihat peluang global terbuka lebar saat teknologi EV semakin diterima.Leapmotor menjadi contoh paling mencolok dengan target 1 juta unit. Pertumbuhan ini mencerminkan keinginan kuat untuk masuk ke level pemain global.Xiaomi Automobile juga menunjukkan ambisi serupa. Dengan dukungan ekosistem teknologi, ekspansi model baru disiapkan untuk menopang lonjakan volume.Nio menargetkan pertumbuhan tinggi di segmen premium. Strateginya bertumpu pada teknologi pintar dan diferensiasi produk kelas atas.Di sisi lain, pasar mobil China sendiri diperkirakan hanya tumbuh tipis. Penetrasi mobil listrik tetap meningkat, tetapi volume total cenderung stagnan.Kondisi ini membuat persaingan domestik semakin ketat. Bagi banyak pabrikan, ekspansi global menjadi jalan logis untuk menjaga pertumbuhan.Industri otomotif China kini memasuki fase seleksi alam. Merek yang kuat teknologi, efisien biaya, dan cepat menembus pasar global akan bertahan.