Bos Pramac Racing, Paolo Campinoti, buka suara terkait keputusan Ducati di bursa pebalap MotoGP 2024. Ia menilai Ducati “ingkar janji” dalam proses promosi Jorge Martin ke tim pabrikan. Sebagai informasi, Pramac Racing merupakan tim satelit Ducati di MotoGP hingga akhir musim 2024, sebelum akhirnya berpindah ke Yamaha. Saat itu, Pramac bukan tim pabrikan melainkan tim satelit yang dibekali motor pabrikan Ducati dan menjadi salah satu tim pembinaan pebalap sebelum naik ke tim utama. Campinoti mengungkapkan, Ducati sebelumnya telah menjanjikan Jorge Martin promosi ke tim pabrikan. Pebalap Ducati Lenovo Marc Marquez berkonsultasi dengan anggota tim selama sesi latihan bebas 1 MotoGP Thailand Grand Prix di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2025. Namun Ducati justru memilih mengontrak Marc Marquez untuk tim pabrikan pada musim 2025, dan melepaskan Jorge Martin yang pada musim 2024 keluar sebagai juara dunia MotoGP. Saat itu Martin yang membela Pramac sudah diberi tahu bahwa dirinya akan naik ke tim pabrikan. Namun, rencana tersebut berubah karena Marquez menolak mengendarai motor pabrikan Ducati bersama Pramac. Marquez hanya mau bergabung dengan tim pabrikan Ducati atau mengendarai motor pabrikan di tim Gresini Racing. Jika tidak, ia siap mencari peluang di luar Ducati untuk musim berikutnya. Ancaman tersebut membuat manajemen Ducati mengubah sikap dan membatalkan rencana promosi Martin. General Manager Ducati Corse Luigi Dall'igna. “Itu sebenarnya mungkin,” kata Campinoti saat ditanya soal peluang Marquez bergabung dengan Pramac, dikutip dari Crash, Rabu (21/1/2026). “Dia (Marquez) menolak, dan Ducati pada dasarnya ingkar janji. Mereka mengatakan bahwa jika Marquez tidak menerima, Martin tetap akan naik ke tim pabrikan, dan Marquez akan keluar," katanya. Merasa diperlakukan tidak adil, Martin kemudian memilih untuk segera menandatangani kontrak dengan Aprilia. “Pada akhirnya Martin membuat keputusan yang bisa dibilang tergesa-gesa untuk langsung menandatangani kontrak dengan Aprilia, karena hal itu menciptakan jarak secara personal, bukan profesional,” ujarnya. Keputusan Ducati tersebut juga berdampak besar bagi Pramac. Tim itu akhirnya memilih mengakhiri kerja sama dengan Ducati dan beralih menjadi tim satelit Yamaha mulai musim 2025. Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 Dampaknya langsung terasa. Pramac yang sebelumnya meraih gelar juara dunia bersama Martin, terpuruk hingga finis paling bawah di klasemen tim pada musim 2025. Performa motor Yamaha yang belum kompetitif membuat Jack Miller dan Miguel Oliveira kesulitan bersaing. Pada sisi lain, Ducati tetap tampil kuat bersama Marquez. Pebalap asal Spanyol itu mendominasi MotoGP 2025 dengan meraih 11 kemenangan balapan dan 14 kemenangan sprint, sekaligus mengamankan gelar juara dunia ketujuh. Sementara itu, Martin justru mengalami musim yang sulit bersama Aprilia akibat cedera dan hanya tampil di sebagian kecil seri. Meski penuh kontroversi, keputusan Ducati tersebut akan terus menjadi bahan perbincangan, terutama karena berdampak besar terhadap masa depan para pebalap dan peta persaingan MotoGP. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang