Tumpahan oli di jalan raya menjadi salah satu bahaya yang mengintai saat berkendara. Daya cengkeram ban terhadap aspal bisa turun drastis ketika melintasi area tersebut, sehingga berisiko membuat pengendara kehilangan keseimbangan. Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, membagikan cara mengantisipasinya. Hindari Area Oli Tanpa Gerakan Mendadak Menurut Agus, tumpahan oli memang cukup berbahaya bagi pengendara motor karena dapat menurunkan daya cengkeram ban ke aspal secara drastis. Jika sudah terlihat dari jauh, maka area tersebut sebisa mungkin dihindari. Tumpahan oli di Jalan Margonda, Depok sempat membuat sejumlah pengendara yang lewat terjatuh. Proses pembersihan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok juga sempat membuat lalu lintas terhambat. "Kalau terlihat ada tumpahan oli dari jauh, sebisa mungkin hindari area tersebut dengan tetap memperhatikan kondisi kendaraan di sekitar. Jangan menghindar secara mendadak," ujar Agus kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2026). Kunci Utama Ada pada Antisipasi Agus menekankan, kunci utama menghindari bahaya tumpahan oli terletak pada antisipasi sejak awal. Pengendara disarankan untuk selalu memandang jauh ke depan, menurunkan kecepatan lebih awal, serta menghindari gerakan mendadak saat berkendara. "Jadi kuncinya tetap pada antisipasi, pandangan jauh ke depan, turunkan kecepatan lebih awal, hindari gerakan mendadak," kata Agus. Risiko Lebih Tinggi Saat Berkendara Malam Hari Agus mengingatkan, risiko bahaya tumpahan oli meningkat saat berkendara di malam hari. Sebab, tumpahan oli menjadi lebih sulit terlihat dalam kondisi minim cahaya. Untuk itu, ia menyarankan pengendara menyesuaikan kecepatan dengan jarak pandang lampu motor serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. "Selalu perhatikan perubahan warna atau pantulan permukaan jalan. Bagian yang terkena oli kadang terlihat lebih mengilap saat terkena sorot lampu," ujar Agus.