Layanan Biskita Trans Depok kini menjadi transportasi umum yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mobilitas masyarakat. Mulai dari berangkat kerja, kuliah, hingga menjalankan rutinitas harian lainnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Aan Syurahman, mengatakan lonjakan jumlah penumpang mencerminkan pergeseran tren di mana moda transportasi publik mulai diandalkan oleh masyarakat. "Transportasi publik bukan hanya soal busnya, tetapi bagaimana layanan tersebut bisa membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari," ujar Aan pada keterangan resmi, Minggu (13/9/2026). Jumlah Penumpang Meningkat Berdasarkan catatan Dishub Kota Depok, tren positif ini terlihat dari pertumbuhan volume penumpang. Pada Januari 2026, jumlah pengguna Biskita Trans Depok tercatat sebanyak 190.365 orang, yang kemudian meningkat menjadi 203.426 penumpang pada Juli 2026. Menurut Aan, tingginya antusiasme tersebut membuktikan adanya kebutuhan nyata akan layanan angkutan umum yang praktis dan terjangkau bagi warga perkotaan. "Warga menggunakan transportasi publik untuk bekerja, kuliah, maupun aktivitas lainnya. Karena itu, yang penting adalah bagaimana layanan ini bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan membantu kebutuhan perjalanan masyarakat," tambahnya. Biskita Trans Depok Merespons tren pertumbuhan ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga serta meningkatkan kualitas layanan. Evaluasi berkala akan terus dilakukan oleh Dishub Kota Depok agar operasional Biskita Trans Depok kian optimal memberikan manfaat luas. Tingkatkan Kualitas Layanan "Kami tentu berharap semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan transportasi publik. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih baik di Kota Depok," ungkap Aan. Aan menegaskan, esensi dari pertumbuhan penumpang tidak sekadar dibaca dari angka statistik semata, melainkan tecermin dari perubahan pola pikir dan kebiasaan warga dalam memilih moda transportasi sehari-hari. "Ketika masyarakat mulai menjadikan angkutan umum sebagai pilihan untuk aktivitas rutin, tentu ini menjadi hal yang positif bagi pengembangan transportasi publik," tandasnya.