Sepeda motor listrik masih menjadi kendaraan yang relatif baru bagi masyarakat Indonesia. Tingkat penerimaannya pun belum sepadan jika dibandingkan dengan motor konvensional berbasis bahan bakar minyak. Secara total penjualan, porsi motor listrik tercatat belum mencapai dua persen dari total pasar sepeda motor nasional. Salah satu faktor yang kerap membuat calon konsumen ragu adalah kekhawatiran mengenai aspek keselamatan, seperti anggapan bahwa motor listrik rawan meledak atau terbakar. Motor listrik untuk pemakaian sehari-hari Padahal, jika seluruh komponen dalam kondisi standar pabrikan dan sesuai prosedur, potensi bahaya tersebut sangat minim terjadi. Bukan Baterai, tapi Modifikasi Uga, Teknisi Bengkel Spesialis Motor Listrik Battery Electric Motion Bogor, menegaskan bahwa motor listrik keluaran pabrik sebenarnya aman dan dilengkapi sistem keselamatan yang teruji. “Sebetulnya motor listrik enggak akan meledak. Kalau si motor SOP benar, sesuai pabrikan. Kecuali oprekan yang tidak tahu diri,” ujar Uga kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2026). Ia menceritakan pengalamannya saat menangani motor listrik konsumen yang telah dimodifikasi tanpa memperhitungkan batas kemampuan komponen pendukung. “Pernah ada pengalaman menangani upgrade motor listrik. Ternyata wiring (perkabelan) tidak proper, ukurannya kecil, BLDC juga masih kecil,” kata Uga. Perkabelan Palsu dan Kegagalan Sistem Pengaman Saat itu, Uga sempat menyarankan agar performa kendaraan diturunkan demi keselamatan pengendara sebelum seluruh komponen pendukung disesuaikan dengan benar. Namun, peringatan tersebut diabaikan hingga akhirnya terjadi masalah serius ketika kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan. Indomobil Emotor Sprinto “Ternyata kejadian, saat buru-buru (mengebut), langsung habis semua, meleleh. Percuma kalau mau disetel, harus downgrade dulu,” ucap Uga. Ia menambahkan, penggunaan instalasi kabel yang tidak sesuai spesifikasi menjadi pemicu utama komponen meleleh dan menimbulkan percikan api. “Pas dipakai, langsung mati di jalan. Anehnya, harusnya ada MCB, saat over current ngejeglek. Kok ini enggak. Ternyata pas dilihat perkabelan palsu, tidak sesuai spesifikasi. Akhirnya itu semua terbakar,” kata Uga. Tampilan motor listrik Polytron yang terbakar Sistem Proteksi Baterai Selalu Siap Menurut Uga, pabrikan sepeda motor listrik sudah memperhitungkan aspek keselamatan secara matang, terutama pada komponen baterai yang dibekali Battery Management System (BMS). “Kalau pabrikan enggak mungkin meledak (terbakar). Baterai itu juga punya sistem proteksi, mau meledak seperti apapun, sebelum overheat, BMS sudah cut, mati sendiri,” kata dia. Ia menekankan bahwa kasus kebakaran pada motor listrik yang selama ini terjadi hampir seluruhnya bersumber dari malfungsi sistem kelistrikan akibat modifikasi yang asal-asalan. “Karena kalau dilanjut, baterai ini akan bermasalah. Makanya yang namanya motor listrik kebakaran, tidak ada yang karena baterai meledak, tapi perkabelan yang tidak mumpuni,” tutur Uga. Oleh karena itu, para pemilik kendaraan listrik sangat disarankan untuk tidak tergiur melakukan modifikasi performa secara sembarangan tanpa memperhitungkan spesifikasi teknisnya.