Menjaga kebersihan kabin mobil tidak hanya soal estetika, tetapi juga kenyamanan dan kesehatan selama berkendara. Salah satu bagian yang sering terabaikan adalah karpet mobil, padahal area ini menjadi tempat berkumpulnya debu, pasir, hingga remah makanan. Apabila tidak dirawat dengan baik, kotoran yang menumpuk bisa menimbulkan bau tidak sedap bahkan mengundang serangga. Ilustrasi karpet mobil berbahan dasar beludru Menurut Nuryadi, pemilik bengkel DJ Auto Care di Depok, perawatan karpet mobil sebenarnya bisa dilakukan secara sederhana untuk kebutuhan harian. Ia menjelaskan bahwa kotoran ringan seperti debu dan remah makanan cukup dibersihkan menggunakan vakum cleaner. “Kalau hanya debu atau pasir, dan remah-remah sih divakum saja, beres,” ujar Adi, kepada Kompas.com (7/4/2026). Contoh aksesori karpet mobil jenis engraver untuk Innova Zenix Hybrid, bisa mencegah penumpukan debu dan kotoran Tapi dia mengingatkan, pembersihan karpet mobil harus dilakukan rutin untuk menjaga interior mobil. Setidaknya setiap cuci mobil, harus dibarengi dengan membersihkan karpet. Metode ini dinilai praktis dan cepat karena tidak perlu membongkar bagian interior mobil. Vakum cleaner sangat efektif untuk menjaga kebersihan rutin, terutama setelah penggunaan harian atau perjalanan jauh seperti mudik. Namun, kekurangannya, alat ini tidak mampu menjangkau kotoran yang sudah masuk ke bagian bawah karpet atau sela-sela tersembunyi, sehingga potensi sumber bau tetap bisa tertinggal. Ilustrasi cuci karpet mobil secara menyeluruh. Untuk hasil yang lebih maksimal, Nuryadi menyarankan agar karpet mobil dibongkar secara berkala. Dengan metode ini, seluruh bagian karpet termasuk bagian bawahnya bisa dibersihkan secara menyeluruh. “Kalau mau benar-benar bersih maksimal ya harus bongkar,” katanya. Ia menambahkan bahwa idealnya pembongkaran karpet dilakukan setidaknya setahun sekali, atau bisa dipercepat menjadi enam bulan sekali tergantung kondisi penggunaan kendaraan. Karpet mobil pada Pajero Sport versi Ralliart Kelebihan metode ini adalah mampu menghilangkan kotoran yang tidak terlihat sekaligus mencegah munculnya bau tidak sedap. Namun di sisi lain, prosesnya lebih rumit, memakan waktu, dan biasanya membutuhkan biaya lebih jika dilakukan di bengkel detailing mobil. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang