Yamaha memasuki MotoGP 2026 dengan semangat pembaruan besar-besaran, terutama lewat pengembangan mesin V4 yang kini menjadi fondasi proyek balap terbarunya. Tim Monster Energy Yamaha MotoGP bersiap membawa segudang komponen anyar ke Sirkuit Sepang untuk diuji, mulai dari mesin, knalpot, hingga paket aerodinamika yang telah direvisi secara signifikan. Massimo Meregalli, Sport Manager, Yamaha Motor Racing & Team Director, Monster Energy Yamaha MotoGP, mengatakan, bahwa agenda pengujian Yamaha di Sepang akan sangat padat. Status Yamaha sebagai satu-satunya pabrikan MotoGP yang masih berada di peringkat konsesi terendah D memberi keleluasaan untuk melakukan pengujian intensif, dimulai dari Sepang Shakedown pada 29–31 Januari dan langsung berlanjut ke Tes Resmi. “Setelah uji coba di Valencia, kami bisa menyiapkan banyak material baru yang akan kami uji di Sepang,” kata Meregalli kepada wartawan di Jakarta (21/1/2026). “Kami sudah melihat program uji coba untuk Sepang, dan daftarnya cukup panjang. Mudah-mudahan kita punya lima atau enam hari tanpa hujan untuk mengumpulkan informasi,” kata dia. Yamaha YZR-M1 2026 Salah satu sorotan utama adalah pembaruan aerodinamika yang berbeda dari spesifikasi motor yang dipamerkan saat peluncuran tim. Yamaha kini meninggalkan konsep sayap tiga sisi khas mesin inline dan beralih ke desain yang lebih menyerupai motor-motor MotoGP modern. Meski begitu, Meregalli menegaskan bahwa paket aerodinamika yang diperlihatkan ke publik belum sepenuhnya final. Yamaha YZR-M1 2026 “Aerodinamika yang Anda lihat di sini bukanlah yang terbaru. Versi terbaru akan selesai dalam beberapa hari ke depan dan diuji di Sepang,” ucap Meregalli. “Namun, bagian atas akan tetap dalam konfigurasi ini. Kami mencoba konsep serupa pada motor sebelumnya, tetapi karena dimensi dan lebar motor tersebut, konsep itu kurang efektif dibandingkan dengan desain tri-plane,” ujarnya. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mesin V4 membuka peluang pengembangan aerodinamika yang lebih optimal. Yamaha YZR-M1 2026 Perubahan konfigurasi mesin juga membawa konsekuensi teknis lain, salah satunya penggunaan knalpot ganda. “Dengan mesin V, Anda membutuhkan dua knalpot. Ini baru evolusi pertama. Kami mengharapkan evolusi knalpot lainnya di kemudian hari, tetapi ini adalah konfigurasi yang akan kami gunakan untuk memulai musim ini,” kata Meregalli. Yamaha sejatinya sudah mulai mencicipi potensi mesin V4 sejak musim lalu melalui penampilan wild-card prototipe tersebut. Augusto Fernandez SPA Yamaha Team Yamaha V4 MotoGP GP San Marino 2025 (circuit Misano) 12-14/09/2025 photo: Lukasz Swiderek? www.photoPSP.com? @photopsp_lukasz_swiderek? Motor ini tampil tiga kali bersama pembalap uji Augusto Fernandez, dengan hasil terbaik finis ke-14 di Misano sebelum mengakhiri balapan di posisi ke-18 di Sepang dan ke-16 di Valencia. Hasil itu menjadi pijakan awal untuk pengembangan lebih lanjut di musim 2026. Meregalli pun realistis menatap musim baru. Ia menilai paruh pertama kompetisi akan menjadi fase pembelajaran penting bagi Yamaha. “Saya memperkirakan paruh pertama musim ini akan menjadi pengalaman belajar yang sesungguhnya bagi kami. Namun pada saat yang sama, kami ingin memaksimalkan paket ini dari balapan ke balapan,” ujar Meregalli. Yamaha berencana mengamankan Fabio Quartararo untuk MotoGP 2027 “Kemudian di paruh kedua musim, saya sangat berharap hasil yang baik bisa diraih. Kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan,” katanya. Musim MotoGP 2026 bagi Yamaha akan diawali dengan uji coba di Sepang, dilanjutkan tes pramusim resmi terakhir di Buriram pada pertengahan Februari, sebelum seri pembuka digelar di Thailand. Seluruh rangkaian ini akan menjadi panggung penting bagi Yamaha untuk mematangkan proyek V4 dan mengukur sejauh mana langkah revolusioner mereka bisa kembali mengantarkan M1 ke barisan depan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang