Seiring dengan perkembangan MotoGP, Yamaha menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan tuntutan teknis baru sambil tetap mempertahankan DNA-nya. Mulai 2026, Yamaha M1 akan menggunakan mesin V4. Sejak era MotoGP dimulai, Yamaha selalu mengandalkan mesin inline-4. Augusto Fernandez wildcard menggunakan Yamaha M1 V4 pada MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Misano Mesin ini telah mengantarkan banyak pebalap meraih gelar juara dunia. Perpindahan ke mesin V4 menandai tonggak penting dalam upaya Yamaha untuk mengejar performa dan inovasi. Konfigurasi baru ini diharapkan dapat memberikan akselerasi yang lebih baik, penanganan yang lebih baik saat pengereman, dan adaptabilitas yang lebih besar terhadap persyaratan ban serta aerodinamika terbaru. Augusto Fernandez SPA Yamaha Team Yamaha V4 MotoGP GP San Marino 2025 (circuit Misano) 12-14/09/2025 photo: Lukasz Swiderek? www.photoPSP.com? @photopsp_lukasz_swiderek? Proses pengembangan yang cepat sepanjang musim 2025 mencerminkan komitmen Yamaha untuk berada di garis depan teknologi MotoGP sambil menghormati warisannya. Takahiro Sumi, General Manager Motor Sports Development Division Yamaha Motor Racing, mengatakan bahwa mesin inline-4 telah menjadi inti dari filosofi Yamaha selama puluhan tahun. Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano "Mesin ini telah membawa kemenangan yang tak terlupakan dan membentuk reputasi kami dalam hal presisi dan kontrol. Kami bangga dengan apa yang telah dicapai oleh mesin ini dan para pebalap yang telah menorehkan sejarah dengannya, karena bersama-sama mereka telah membentuk warisan balap kami," ujar Sumi dalam keterangan resminya. "Namun, MotoGP terus berkembang, dan kami harus ikut berkembang. Mesin V4 mewakili babak baru bagi Yamaha, yang menggabungkan ‘Spirit of Challenge’ kami dengan DNA balap kami dan solusi teknis yang diperlukan untuk bersaing di level tertinggi," kata Sumi. Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano Sementara itu, Massimo Bartolini, Technical Director Yamaha Factory Racing, mengatakan bahwa keputusan untuk mengadopsi mesin V4 tidak diambil dengan enteng. Proses pengembangannya sangat komprehensif. "Kami menganalisis setiap aspek kinerja, mulai dari akselerasi hingga perilaku saat berbelok, dan menyimpulkan bahwa konfigurasi ini menawarkan perbedaan yang kami harapkan, sehingga kami memiliki potensi untuk mengubahnya menjadi keunggulan," ujar Bartolini. "Wildcard 2025 mengonfirmasi ekspektasi kami. Mesin V4, meskipun masih di awal perjalanan pengembangannya, memberikan apa yang kami butuhkan untuk dapat mengambil langkah lebih lanjut dan bersaing di level tertinggi lagi," kata Bartolini. Bartolini menambahkan bahwa perpindahan ke konfigurasi V4 juga bersifat strategis, karena memungkinkan Yamaha untuk mempersiapkan diri menghadapi regulasi teknis 2027, di mana konfigurasi mesin ini akan memberikan keunggulan dalam hal tata letak motor dan pengembangan aerodinamis. MotoGP Valencia 2025 menandai balapan terakhir dan bab penutup bagi mesin inline-4 ikonik Yamaha di MotoGP. Memasuki era baru, semua pebalap Yamaha MotoGP 2026 akan menggunakan mesin V4 selama tes Valencia pada Selasa (18/11/2025), menandai dimulainya awal yang menarik bagi Yamaha dan penggemarnya di seluruh dunia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.