Toyota Veloz Hybrid ternyata masih menggunakan aki kecil meski sudah ada baterai. Apa fungsinya?Toyota Veloz kini sudah punya versi hybrid. Selayaknya mobil hybrid pada umumnya, Veloz juga menggabungkan mesin bensin dan baterai. Veloz Hybrid EV menggunakan baterai lithium-ion kompak berkapasitas sekitar 0,7 kW untuk menghasilkan tenaga 80 PS pada motor listrik. Toyota mengklaim, berkat baterai itu, konsumsi bahan bakar Veloz Hybrid jadi efisien, bahkan bisa tembus 28,9 km/liter. Toyota menempatkan baterai hybrid pada MPV Keluarga ini di bawah jok penumpang depan. Sehingga tidak mengurangi area kabin dan bagasi dan menjaga titik keseimbangan bobot kendaraan. Lokasinya mirip dengan baterai yang tersemat pada Kijang Innova Zenix Hybrid.Meski sudah ada baterai, nyatanya Veloz Hybrid masih menggunakan aki kecil. Auto2000 menjelaskan, fungsi aki kecil itu adalah menyuplai daya listrik ke sistem kelistrikan tegangan rendah 12 Volt, seperti lampu, sistem audio, klakson, dan komponen elektronik lainnya, termasuk Electronic Control Unit (ECU), serta suplai daya listrik berasal dari motor generator. Aki kecil itu rupanya tetap membutuhkan perawatan rutin untuk mencegah soak dan mesin bensin tak bisa dinyalakan. Toyota juga memberikan garansi untuk aki kecil maupun baterai. Garansi berlaku sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, yakni aki kecil mendapat warranty selama 1 tahun atau 20.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu. Sedangkan untuk baterai hybrid memiliki masa warranty selama 8 tahun atau 160.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu.Selain menggunakan aki, ada fakta menarik lain yang harus kamu ketahui soal Veloz Hybrid ini. Di dalam Veloz Hybrid, terdapat kisi-kisi di sisi penutup baterai Toyota New Veloz Hybrid EV untuk menyalurkan udara sebagai pendinginnya. Berkaca dari Toyota New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, banyak penggunanya yang menutup kisi udara tersebut sehingga sistem pendingin terganggu. Jangan pernah menutup kisi udara supaya baterai tidak overheat dan tahan lama. Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Sapta Nugraha menjelaskan, pengemudi juga tak perlu khawatir saat melihat indikator pengisian High Voltage Battery Hybrid tak sampai 100 persen."Sebenarnya hal tersebut normal karena battery hybrid didesain tidak bisa terisi 100%. Kondisi ini diperlukan untuk menjaga keawetan baterai (battery health) dan ada ruang pengisian saat kendaraan melakukan regenerative braking (pengereman), deselerasi (lepas pedal gas), dan berkendara di jalan menurun," jelas Sapta.Sapta lanjut menjelaskan, saat motor listrik mati atau rusak, kendaraan hybrid sama sekali tidak bisa dijalankan karena untuk menghidupkan mesin menggunakan daya dari motor listrik (MG1).